Breaking News:

Berita HST

Miliki 10 Unit Alat Uji Kelayakan Kendaraan Terverifikasi, Dinas LHP HST Layani Banua Anam

DInas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Hulu Sugai Tengah memiliki 10 unit alat uji kelayakan kendaraan bermotor.

Penulis: Hanani
Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu jenis mobil angkutan barang yang wajib uji kelayakan atau KIR secara berkala. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- DInas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Hulu Sugai Tengah memiliki 10 unit alat uji kelayakan kendaraan bermotor.

Meski sempat mengalami kerusakan setelah terendam banjir bandang Januari 2021 lalu, kini kembali berfungsi normal setelah pihak perusahaan atau pabrik pembuat alat membantu men-setting peralatan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan HIdup dan Perhubungan (LHP) HST, H Muhammad Yani menjelaskan, ada 10 item yang masuk dalam pelayanan uji kendaraan bermotor baik angkutan umum penumpang maupun angkutan barang.

Meliputi uji emisi gas buang, pemeriksaan bagian bawah kendaraan, uji daya pancar lampu, uji as roda, uji sistem pengereman, ujialat penunjuk kecepatan, uji kebisingan, kaca mobil hingga klakson.

Baca juga: Tingkatkan Kinerja, Dishub Batola Hadirkan JEBOL Untuk Uji Kelayakan Kendaraan

“Bagi yang lulus uji kelayakan akan menerima kartu smart cart/ Sedangkan yang tak lulus uji, atau belum layak diminta melakukan perbaikan-perbaikan lalu diuji ulang. Pemilik kendaraan baru diberi smart card jika kendaraannya sudah benar-benar layak jalan,”kata Yani.

Disebutkan, selain melayani pemilik angkutan umum dan angkutan barang seperti truk di HST, Dishub hST juga melayani uji kelayakan kendaraan untuk kabupaten lain di Banua Anam.

Menurutnya, peralatan milik Dinas LHP sudah terverifikasi di Kementerian Perhubungan dan terhubung secara online ke server Kemenhub tersebut.

Adapun biaya uji kelayakan, dikisaran Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu per kendaraan sesuai Perda HST. Uji kelayakan atau KIR wajib dilakukan pemilik kendaraan angkutan penumpang maupun barang dengan masa berlaku enam bulan dan harus diperpanjang secara berkala.

Bagi kendaraan jenis tersebut, selain STNK dan BPKB mereka wajib memiliki KIR tersebut, sebagai bukti izin resmi kendaraan layak digunakan di jalan raya. Selain untuk keselamatan berkendara, KIR juga bertujuan meningkatkan pelayanan public di bidang sarana transportasi.

“Selain itu, menjaga lingkungan dari pencemaran akibat penggunaan kendaraan bermotor yang tak layak digunakan di jalan raya,”pungkas Yani. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved