Breaking News:

Berita Banjarmasin

Btalk, Pandemi Covid-19, Inilah Tips agar Anak tak Bosan Belajar dari Dosen Psikologi UMB

Btalk, Pandemi Covid-19 sudah di pertengahan tahun kedua. Pemerintah mulai mempersiapkan belajar tatap muka. Namun hingga kini anak-anak belajar dari

Penulis: Salmah | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Btalk, Program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Sabtu (12/6/2021) pukul 16.00 Wita, dipandu host jurnalis Banjarmasin Post Edi Nugroho menghadirikan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi S.Psi M.Si. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Btalk, Pandemi Covid-19 sudah di pertengahan tahun kedua. Pemerintah mulai mempersiapkan belajar tatap muka. Namun hingga kini anak-anak belajar daring. Kebosanan pun terasa. Bagaimana agar kebosanan belajar tidak terjadi saat mereka kembali ke sekolah?

Demikian pula jika pembelajaran tatap muka tak jadi dilakukan dalam waktu dekat? Trik apa yang mestinya dilakukan orangtua agar belajar menjadi hal menyenangkan bagi anak?

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi S.Psi M.Si, mengatakan, memang diakui pembelajaran secara online ada kelebihan dan kekurangan.

"Salah satu kendala adalah tidak tersampaikannya materi secara spesifik, karena tidak bisa detil seperti tatap muka langsung. Sebab itu perlu peran orangtua dalam membantu anak memahami materi," jelasnya dalam program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Sabtu (12/6/2021) pukul 16.00 Wita.

Baca juga: BTalk, Sekjen BKPRMI Pusat Sebut Penghapal Qur’an Prioritas Masuk Perguruan Tinggi

Baca juga: BTALK :  Kenali Penyakit Asam Lambung Sejak Dini

Baca juga: BTalk, Calon Penerima Bantuan Sosial di Kalsel Tetap Terdaftar di DTKS

.Sebuah studi menyatakan, 60-79 persen efektifitas belajar di rumah itu karena anak memakai gadget orangtua dan orangtuanya pun mendampingi, jadi ada dukungan keluarga.

Btalk, Program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja,  Sabtu (12/6/2021) pukul 16.00 Wita, dipandu host jurnalis Banjarmasin Post Edi Nugroho menghadirikan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi S.Psi M.Si.\\\\
Btalk, Program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Sabtu (12/6/2021) pukul 16.00 Wita, dipandu host jurnalis Banjarmasin Post Edi Nugroho menghadirikan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi S.Psi M.Si.\ (Banjarmasinpost.co.id/aya sugianto)

"Dukungan pertama adalah memberi semangat, memberi motivasi. Orangtua juga harus mau meluangkan waktu di sela rutinitas untuk mendampingi anak. Durasinya disesuaikan, paling lama dua jam sudah cukup," terang Rifandi.

Orangtua juga harus belajar memahami tipe belajar si anak. Secara garis besar tipe belajar anak itu ada tiga, yaitu mendengar (audio), melihat (visual) dan bergerak (activity).

Btalk, Program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja,  Sabtu (12/6/2021) pukul 16.00 Wita, dipandu host jurnalis Banjarmasin Post Edi Nugroho menghadirikan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi S.Psi M.Si.\\\\
Btalk, Program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Sabtu (12/6/2021) pukul 16.00 Wita, dipandu host jurnalis Banjarmasin Post Edi Nugroho menghadirikan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi S.Psi M.Si.\ (Banjarmasinpost.co.id/aya sugianto)

"Ada anak yang dapat menangkap pelajaran hanya dari mendengar penjelasan guru atau orangtua. Ada juga yang caranya harus melihat dan adapula yang gabungan keduanya bahkan perlu ada bermain peran," papar Rifandi.

Kemudian orangtua juga perlu menyeting tempat belajar, ciptakan ruang atau tempat yang membuat anak nyaman untuk belajar. Kemudian pencahayaan yang cukup, mata dapat melihat jelas, sebab kalau agak gelap mata cepat lelah sehingga cepat jenuh.

Dalam hal belajar online atau daring, kemampuan gadget juga harus mendukung, begitu juga kualitas jaringan internet. Kemudian suasana belajar dan sikap anak saat belajar.

Dalam hal rencana belajar tatap muka yang mungkin dimulai pada tahun ajaran baru nanti, Rifandi berpendapat bahwa yang dipentingkan dulu adalah soal keamanan dalam hal ini kesehatan guru dan murid.

"Guru juga harus menyiapkan materi pembelajaran yang menyesuaikan situasi dan kondisi sebab di era industri 4.0 ini belajar daring tetap akan berjalan karena ini adalah cara menuju masa depan dengan sistem pembelajaran e-learning," tandasnya.

Acara yang dipandu host jurnalis Banjarmasin Post Edi Nugroho ini ditayangkan secara langsung di kanal Youtube Banjarmasin Post News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online. (Banjarmasinpost.co.id/salmah saurin).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved