Breaking News:

Berita Banjarmasin

Cadangan Pangan Kurang 200 Ton, DPRD Kalsel Minta Belajar dari Jatim

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel HM Iqbal Yudianoor menilai perlu belajar kepada Jawa Timur yang berpengalaman mengelola CPPD

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/milna sari
pertemuan DPRD Kalsel dan Dinas Ketahanan Pangan Kalsel dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat ini kondisi ketersedian Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) masih kurang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, H Suparno mengungkapkan cadangan pangan harus mengacu pada jumlah penduduk.

Misalnya di Kalimantan Selatan jumlah penduduk ada 4,3 juta jiwa, jadi minimal 418 ton cadangan pangannya.

Sebelum terjadi banjir besar di Kalimantan Selatan cadangan pangan Kalsel 435 ton.

Sewaktu banjir, cadangan pangan disalurkan sebanyak 50 ton.

Dengan itu cadangan pangan menjadi sekitar 380 ton.

Baca juga: ULM dan Kota Kita Teliti Perencanaan dan Pembangunan Berbasis Inklusif di Banjarmasin

Baca juga: Lakukan Aksi Berbahaya di Jalan Raya, Remaja Banjarmasin ini Dipanggil Polisi

"Sehingga kita perlu tambahan cadangan pangan untuk kembali ke jumlah minimal yang harus tersedia. Makanya kami mengajukan lagi anggaran untuk tambahan cadangan sebanyak 200 ton

“Cadangan sebelum bencana banjir kita punya 435 ton, sekarang sudah disalurkan waktu banjir sebanyak 50 ton cadangan pangan menjadi sekitar 380 ton. untuk persediaan cadangan pangan ini harus kembali lagi ke angka 418 ton minimal," jelas Suparno, Sabtu (12/6/2021).

Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel HM Iqbal Yudianoor menjelaskan CPPD ini adalah persediaan pangan yang dikelola atau dikuasai oleh pemerintah provinsi atau kabupaten, untuk dikonsumsi masyarakat atau sebagai bahan baku/industri apabila terjadi keadaan darurat, rawan pangan dan gejolak harga pangan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved