Breaking News:

Haji 2021

Ini Kata Menag Yaqut Soal Haji 2021 Khusus Domestik Arab Saudi, Indonesia Fokus Haji Tahun Depan

Pemerintah Arab Saudi selenggarakan haji 2021. Menag Yaqut Cholil Qoumasmenyatakan pemerintah Indonesia akan fokus pada pelaksanaan haji tahun depan

Editor: Anjar Wulandari
TRIBUNNEWS.COM
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, dalam sidang isbat secara virtual menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.Ini Kata Menag Yaqut Soal Haji 2021 Khusus Domestik Arab Saudi, Indonesia Fokus Haji Tahun Depan 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi membuka pelaksanaan haji 2021. Namun hanya bagi warganya sendiri atau domestik, dan juga para ekspatriat di sana. Keputusan skema pelaksanaan Haji 1442 H atau 2021 M itu diumumkan Sabtu (12/6/2021).

Keputusan itu pun telah diketahui oleh pemerintah Indonesia. Bahkan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas,turut mengabarkan keputusan kerajaan Arab Saudi tersebut melalui akun twitternya. 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pun menyatakan pemerintah Indonesia akan fokus pada pelaksanaan haji tahun depan.

Menag Yaqut menilai keputusan Pemerintah Arab Saudi didasarkan pada keselamatan jemaah.

"Pemerintah Saudi mengumumkan haji hanya dibuka untuk domestik dan ekspatriat saja. Dengan menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman Covid-19 yang belum reda. Sebagaimana Pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jemaah, selalu menjadi pertimbangan utama," kata Yaqut melalui keterangan tertulis, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Arab Saudi Selenggarakan Haji 2021, Ini Syaratnya: Usia 18-65 Tahun dan Tak Punya Penyakit Kronis

Baca juga: BREAKING NEWS: Arab Saudi Buka Haji 2021 untuk 60.000 Jemaah, Hanya Domestik dan Ekspatriat

Menurut Yaqut, jumlah kuota yang ditetapkan sebesar 60 ribu, jauh lebih banyak dibanding tahun lalu.

Yaqut menyambut baik Kerajaan Saudi Arabia yang akhirnya menyampaikan keputusan resmi terkait penyelenggaraan haji 2021.

Keputusan ini menjadi pedoman yang jelas bagi umat muslim seluruh dunia, tidak hanya Indonesia, dalam konteks penyelenggaraan haji 1442 H.

"Keputusan ini menunjukkan Saudi menomorsatukan aspek keselamatan dan kesehatan jiwa jemaah," ucap Yaqut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved