Breaking News:

China Siapkan Senjata Biologi

AS Curigai China Sengaja Bikin Covid-19 Mewabah, Negeri Tirai Bambu Siapkan Senjata Biologis

Ada kecurigaan bahwa China sedang meneliti senjata biologis di puluhan laboratorium rahasia.

Editor: M.Risman Noor
AFP PHOTO/HECTOR RETAMAL
Pemandangan udara ini menunjukkan laboratorium P4 (tengah) di kampus Institut Virologi Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 13 Mei 2020. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Amerika Serikat (AS) menuding kalau China memang sengaja membuat wabah Covid-19 mendunia.

China dianggap Amerika Serikat sudah mempersiapkan senjata biologi menjelang potensi Perang Dunia III.

China diyakini memiliki sejarah program senjata biologi (bioweapons) yang mengandung risin, racun botulinum dan agen penyebab anthrax, kolera, wabah dan tulaerima.T

Amerika Serikat membeberkan sejumlah tudingan bahwa China sedang meneliti senjata biologis di puluhan laboratorium rahasia.

Baca juga: Cara Mendapatkan Subsidi Listrik Bulan Juni, Per 1 Juli 2021 Pemerintah Menghentikan Subsidi

Baca juga: Arab Saudi Selenggarakan Haji 2021, Ini Syaratnya: Usia 18-65 Tahun dan Tak Punya Penyakit Kronis

Dilansir kompas.com dengan judul as-beberkan-bukti-china-produksi-senjata-biologis-jelang-potensi-perang, penelitian tersebut diduga dilakukan secara diam-diam selama beberapa dekade menjelang potensi Perang Dunia III.

Danial antusias ikuti vaksinasi Covid-19, Kamis (10/6/2021).
Danial antusias ikuti vaksinasi Covid-19, Kamis (10/6/2021). (banjarmasinpost.co.id/khairil rahim)

Ada laporan bahwa negara yang memiliki luas 9,6 juta km persegi ini memiliki 50 laboratorium rahasia.

Di dalamnya para ilmuwan dicurigai sedang mengembangkan bom bakteri mematikan dan menimbulkan patogen mematikan seperti Anthrax dan kemungkinan juga Covid-19.

Kecurigaan itu muncul sebagai buntut dari pertanyaan-pertanyaan terkait kemungkinan asal-usul Covid-19 bocor dari laboratorium di Wuhan.

The Sun, Jumat (11/6/2021) melaporkan bahwa ada bukti yang menunjukkan Covid-19 mungkin telah direkayasa, namun China menyangkal tuduhan itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved