Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Gowes Tak Lagi Ngetren, Harga Sepeda lipat di Kalsel Turun Separuh

Gowes tak lagi ngetren. Imbasnya, harga sepeda lipat pun turun hingga separuh harga

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Pajangan sepeda lipat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Gowes belakangan ini tak lagi ngetren seperti ketika awal-awal penerapan new normal.

Situasi ini cukup berpengaruh terhadap permintaan sepeda. Harga sepeda pun turun hingga separuh harga.

Harga sepeda lipat misalnya yang biasa yang dijual sekitar Rp 3 juta kini turun menjadi Rp 1,5 juta saja. 

Seperti yang dijual di Acehardware misalnya. Disitu menjual harga sepeda lipat Rp 1,4 juta dengan merek airwalk. 

Baca juga: Daftar Harga Sepeda Lipat Terbaru Oktober 2020, Mulai Polygon, UnitedBike, Pacific, Brompton

Baca juga: Harga Sepeda Lipat Makin Mahal, Merek Pacific Noris E16 e-bike Dijual Dengan Harga Fantastis

Baca juga: Gelar Gowes Ngabuburide, Dispora dan Pesepeda Bagi Bingkisan ke Panti Asuhan

Selain itu, juga di toko toko sepeda lainnya. Kini serbuan penjualan online banyak dan memang dijual murah karena harga lagi drop. 

Hal yang sama di Jakarta, juga harga sepeda lipat turun. Dikutip dari situs resmi Pacific Bike, produsen sepeda dalam negeri ini menurunkan harga sepeda lipat Pacific Flux. 

Berdasarkan data pada bulan Januari 2021, harga sepeda lipat Pacific Flux dibanderol mulai dari Rp 4 jutaan sampai Rp 3 jutaan per unit. 

Saat ini harga sepeda lipat Pacific Flux dibanderol hanya Rp 3 jutaan sampai Rp 2 jutaan per unit. 

Berikut harga sepeda lipat Pacific Flux terkini (7 Juli 2021), Pacific Flux 3.5 20" Rp 3.000.000, Pacific Flux 3.5 16" Rp 2.900.000, Pacific Flux 3.0 16" Rp 2.800.000, Pacific Flux 7.0 16" Rp 3.900.000

Sekedar info, harga di atas berlaku khusus di wilayah pulau Jawa. Jika pemesanan ke luar daerah akan dikenakan biaya kirim.

Hal serupa terjadi di Toko sepeda Arnun, di Jalan Trikora Banjarbaru, terjadi penurunan pembeli.

"Harganya juga turun, pembeli ya juga sepi," kata Nanda. 

Baca juga: Jaga Kebugaran dan Imunitas, Kalapas Karang Intan Martapura Ajak Para Petugas Gowes

Dicatat dia, dari rekaman penjualan paling banyak yakni di bulan Agustus September 2020 silam.

"Di dua bulan itu penjualan sampai 30-40 unit terbeli. Bahkan sehari puluhan," kata dia. Sementara di 2021 ini lesu bahkan bisa dihitung jari penjualannya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved