Breaking News:

Wacana PPN Sembako

Jelaskan Soal PPN Sembako, Ditjen Pajak Surati 13 Juta Wajib Pajak via Email

Pajak Sembako jadi polemik. Tak ingin kian menjadi blunder, Ditjen Pajak menyurati 13 juta wajib pajak melalui surat elektronik alias email.

Editor: Anjar Wulandari
KONTAN/CAROLUS AGUS WALUYO
Kantor Pusat Ditjen Pajak Jakarta.Jelaskan Soal PPN Sembako, Ditjen Pajak Surati 13 Juta Wajib Pajak via Email 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Belakangan wacana pajak bahan pokok atau sembako dan jasa-jasa lain heboh diperbincangkan. Pro dan kontra pun mencuat menanggapi wacana itu.

Tak ingin kian menjadi blunder, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) menyurati 13 juta wajib pajak melalui surat elektronik alias email.

Isi surat Ditjen Pajak itu sekaligus menyosialisasikan tentang Revisi Undang-Undang Kelima Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) yang kini menuai polemik.

Diketahui, pemerintah berencana mengenakan pajak untuk bahan pokok atau sembako dan jasa-jasa lain termasuk sekolah melalui revisi RUU KUP tersebut.

Namun rencana itu langsung banjir kritikan, lantaran terungkap sejumlah objek pajak yang selama ini dekat dengan masyarakat kecil seperti sembako, sekolah dan persalinan.

Baca juga: Soal Pajak Sembako Masyarakat Diminta Tak Khawatir, Masih Menunggu Pandemi Covid-19 Usai

Baca juga: Sembako Bakal Kena Pajak, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Berpotensi Langgar Sila Kelima

Misalnya, di dalam aturan tersebut sembako tak lagi termasuk dalam obyek yang PPN-nya dikecualikan.

“(Kirim email) on going process akan mencapai 13 juta-an wajib pajak,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu, Neilmaldrin Noor, kepada Kompas.com, Minggu (13/6/2021).

Neilmadrin memastikan, hal tersebut dilakukan oleh pihaknya untuk mengedukasi masyarakat terkait rencana yang menuai polemik itu.

Selain melalui email, DJP juga akan melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran informasi lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved