Breaking News:

Berita Kalteng

Petani Disediakan Tempat Jual Hasil Panen di Kantor DPKP Palangkaraya

Pasar Tani DPKP Palangkaraya diadakan 5 bulan untuk tempat jual hasil panen petani oleh Kantor DPKP Palangkaraya, sebagai penyeimbang harga di pasar.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangkaraya, Renson 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berupaya turut membantu pemasaran hasil pertanian para petani lokal.

Tempat untuk menjual hasil pertanian pun disediakan di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangkaraya.

Lokasi tempat pemasaran hasil pertanian petani lokal tersebut diberi nama Pasar Tani.

Itu sebagai upaya menjadikan pasar penyeimbang untuk penjualan hasil petanian yang ada di Pasar Tradisional Palangkaraya agar tetap stabil harga jualnya.

Baca juga: Penemuan Bayi di Kalteng, Kepala DSPMD Kabupaten Barito Selatan Sebut Banyak yang Ingin Adopsi

Kegiatan pembukaan Pasar Tani DPKP Palangkaraya tersebut mulai dilaksanakan akhir pekan dan rencananya  berlangsung selama 5 bulan.

Bazar dengan tajuk ‘Pasar Tani’ tersebut untuk memasarkan produksi hasil pertanian dan olahan pangan berbahan dasar komoditas hasil pertanian.

Kepala DPKP Palangkaraya, Renson, Minggu (13/6/2021), mengatakan, tujuan kegiatan tersebut agar petani dapat menjual berbagai jenis hasil panen sehingga dapat mendukung pendapatan ekonomi keluarga.

“Pasar tani ini menjadi wadah mereka untuk bisa terus menjual hasil-hasil produk pertaniannya, sehingga hasil pertanian mereka juga ada tempat pemasarannya,” ujar lelaki yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya ini.

Baca juga: Penemuan Bayi di Kalteng, Kepala DSPMD Kabupaten Barito Selatan Sebut Banyak yang Ingin Adopsi

Baca juga: Penemuan Bayi di Kalteng, Pelaku yang Membuangnya di Barito Selatan dalam Pencarian Polisi

Kegiatan Pasar Tani DPKP Palangkaraya lebih kepada bentuk penyeimbang sebagaimana yang sering digelar.

Kegiatan ini pertama kali dilakukan dengan uji coba selama 5 bulan ke depan. "Bila nanti hasilnya cukup baik dan positif, maka akan terus berlangsung untuk digelar,”ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved