Breaking News:

Berita Olahraga

VIDEO: ABTI Kalsel Laksanakan Rapat Kerja, Beragam Hal Dibahas Termasuk Soal KTA

Cabang olahraga bola tangan resmi akan dipertandingkan pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HS

Penulis: Irfani Rahman | Editor: Edi Nugroho

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Cabang olahraga bola tangan resmi akan dipertandingkan pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada 2022 nanti.

Untuk mematangkan kegiatan lomba perdana ini pihak Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kalimantan Selatan melaksanakan Rapat Kerja Provinsi ABTI di seketariat KONI Provinsi Kalsel, Minggu (12/6/2021) siang.

Hadir pada rapat kerja ini pengurus ABTI Kalsel dan pengurus ABTI Kabupetan/Kota. Dan dipimpin Seketaris Umum ABTI Kalsel, Ricky Fajar Adiputra dan dibuka Wakil Bidang Organisasi KONI Kalsel Drs Syarifuddin mewakili Ketua KONI Kalsel,

Baca juga: Rapat ABTI Kalsel, Olahraga Bola Tangan Resmi Dipertandingkan di Porprov 2022 di HSS

Baca juga: DPRD Cek Kesiapan Porprov Kalsel, Kekurangan Stadion Akan Dibenahi

Seketaris Umum ABTI Kalsel, Ricky Fajar Adiputra mengatakan rapat kerja ABTI Kalsel ini antara membahas aturan main pertandingan nantinya.

"Yang jelas karena bola tangan ini perdana dan baru jadi kita sampaikan ke kabupaten/kota berkaitan dengan Kartu Tanda Anggota yang harus dilengkapi dan KONI Provinsi sampaikan ke cabor Provinsi," paparnya.

Sementara Nadi dari perwakilan ABTI HSS, mengatakan untuk venue nantinya di gabung dengan futsal dimana satu venue ada dua cabang yang bisa dilaksanakan.
"Mudah_mudahan bisa terlaksana berkat dukungandan dorongan dari Koni Provinsi dan koordinasi dengan kabupaten untuk pelaksanaanya," ucapnya seraya mengatakan HSS pun siap menurunkan atletnya bola tangannya pada Porprov nanti..

Sementara Drs Syarifuddin dari KONI Kalsel mengatakan mereka (KONI Kalsel, Red) berharap cabang olahraga bola tangan di banua kedepan harus lebih maju. Karena potensi cabor ini kedepannya diprediksi bisa mendapatkan medali.

Karena di cabor bola tangan ini ada 8 medali emas harus di raih dengan berbagai kategori. Kemudian bola tanan ini tak perlu biaya cukup besar dan tim berjumlah 7 orang termasuk kiper.
"Dan lapangannya pun tak terlalu lebar yakni 20 m x 50 m sudah bisa seperti mirip main basker dan bola tangan di kalsel baru berkembang dan di Indonesia bola tangan u di PON Jabar baru ekspedisi dan di PON Papua suda dipertandingkan," jelasnya.

Di Indonesia yang bisa masuk di PON Papua hanya ada 6 provinsi dan bola tangan ini dari Denmark dan di Indoneia baru berkembang sejak 2016 lalu.
"Dan di Kalsel potensi olahraga ini kedepan sangai baik karena belum banyak diminati dan untuk cari bibit atlet gambang yakni di SMP, SMA mulau usia 16 tahun, 17 tahun , 18 taun dan berada di sekolah-sekolah," imbuhnya.(Banjarmasinpost.co.id/irfani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved