Breaking News:

Berita Kalteng

Sejumlah Preman Terjaring dalam Operasi Pekat Polres Kotim Kalteng, ini Kata Pengamat Sosial

Penertiban penyakit masyarakat antisipasi aksi premanisme di wilayah hukum Mentawa Baru Ketapang dinilai sudah sangat baik

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
polres kotim
Sejumlah warga di Sampit terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) saat personel dari Polsek Ketapang , Sampit melakukan penertiban. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Penertiban preman pasar di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang dilakukan petugas kepolisian Polsek Ketapang mendapat perhatian pemerhati sosial.

Penertiban penyakit masyarakat (pekat) antisipasi aksi premanisme di wilayah hukum Mentawa Baru Ketapang dinilai sudah sangat baik, namun selayaknya dilakukan secara priodik.

Dalam kegiatan penertiban tersebut, Polsek Ketapang Sampit, mengamankan sejumlah orang, kemudian diberikan arahan serta pembinaan agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum.

Kanit Sabhara Polsek Ketapang Ipda M Anwar mengatakan kegiatan tersebut, dilaksanakan agar warga kotim khususnya di wilayah ketapang merasa aman dan nyaman beraktivitas sehari-hari.

Baca juga: Kapolda Targetkan 70 Persen Masyarakat Kalteng Divaksin hingga Desember 2021

Baca juga: Narkoba Kalteng, Kiyah Tak Berkutik Polres Kotim Sita 27 Bungkus Sabu Miliknya

Pasalnya warga kerap kali merasa tidak nyaman akan kehadiran para preman yang terkadang membuat keributan di wilayah Mentawa Baru Ketapang.

Kapolres Kotim AKBP. Abdoel Harris Jakin, melalui Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri, mengatakan pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan penertiban hingga wilayah Mentawa Baru Ketapang bersih dari aksi premanisme.

Sementara itu, Muhammad Gumarang, salah satu pemerhati Sosial di Kotim, Senin (14/6/2021), menyambut baik penertiban preman tersebut.

Namun dia menegaskan, preman yang ada di Kotim tidak sama dengan preman yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok, karena motifnya jelas beda.

Baca juga: Cegah Kebakaran Lahan di Palangkaraya, Wali Kota Fairid Naparin Minta Optimalkan Sumur Bor

Baca juga: Saksi Paslon Tak Tandatangani Rekapitulasi Hasil PSU Pilgub Kalsel 2020 di Banjarmasin Selatan

Tidak semua preman bermotif bisnis kejahatan yang terorganisir, ada preman yang dilatar belakangi desakan ekonomi yang memaksanya melakukan itu.

Bagi preman yang terdesak ekonomi selayaknya diberikan pembinaan dan jika ada pekerjaan yang layak juga disarankan bekerja dengan baik.

"Pendekatannya lebih bersifat humanis dan pembinaannya pun beda dengan preman bermotif bisnis yang terorganisir. Saya berharap, untuk pembinaan preman jangan hanya dilakukan oleh polisi tetapi juga intansi lainnya seperti dinas sosial, agar komperehenship penanganannya, dan preman insaf serta ada pekerjaan yang lebih baik untuk mereka," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved