Breaking News:

Berita Kalteng

Uji Sampel Sayuran dan Buah untuk Pastikan Keamanan Pangan di Kabupaten Kapuas

Uji sayuran dan buah oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas untuk menghindarkan masyarakat mengonsumsi residu pestisida berlebih.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Alpri Widianjono
DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN KAPUAS
Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas, Natalia Saptani, saat akan mengambil sampel di kebun sayur warga di Kecamatan Selat. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Selatan, rutin mengambil dan melakukan uji sampel sayuran dan buah.

Khususnya, pada Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang baru dipanen petani maupun yang dijual di pasar.

Hal ini dilakukan guna memastikan keamanan pangan, baik sayuran maupun buah-buahan.

Sebagaimana disampaikan Kabid Keamanan Pangan di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas, Natalia Saptani, Senin (14/6/2021).

"Uji sampel itu supaya kondisi sayur dan buah diketahui secara pasti sebelum dijual ke masyarakat," katanya.

Baca juga: Narkoba Kalteng, Pengantar Sabu dan Calon Pembelinya Digiring ke Polres Kapuas

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, 90 Warga Lansia di Kelurahan Panamas Kapuas Ikuti Vaksinasi Covid-19

Melalui kegiatan tersebut, penting dilakukan guna menghindarkan masyarakat mengonsumsi residu pestisida berlebih dari pangan segar asal tumbuhan.

Sebab, mengonsumsi residu pestisida secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan nantinya.

"Cara kami mengambil sampel, misalnya ada informasi panen petani pangan segar asal tumbuhan, maka kami akan datangi untuk mengambil sampel tersebut dan mengujinya menggunakan peralatan yang ada di kantor," ujarnya.

Dengan uji sampel itu akan diketahui ada atau tidaknya kadar residu pestisida pada pangan, sehingga nantinya masyarakat akan nyaman mengonsumsinya.

"Beberapa waktu lalu kami mengambil sampel dari kebun sayur Kecamatan Selat, kebun sayur di Kecamatan  Basarang, lokasi Pasar Sari Mulya dan Pasar Pilau," ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Kalteng, Atap Rumah di Jalan Trans Kalimantan Kabupaten Kapuas Hangus

Baca juga: VIDEO Tanggapan Calon Jemaah Haji di Kapuas Terkait Pembatalan Keberangkatan Tahun Ini

Ia menuturkan untuk uji lab tahun 2021 sudah dilaksanakan uji sampel sebanyak 6 sampel sayur. "Hasilnya, residu pestisida negatif," jelasnya.

Adapun dalam menunjang pemeriksaan sampel pihaknya juga menggunakan rapid sistem cepat. "Tahun ini sudah empat kali uji menggunakan rapid sistem cepat," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved