Breaking News:

Berita HST

Warga dan MDMC Bangun Kembali Jembatan Patikalain, Mobil Pun Bisa Melintas Lagi

Hancur diterjang banjir, Jembatan di Desa Patikalain kembali dibangun warga bersama MDMC

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Relawan Muhammadiyah HST untuk BPost
Warga Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, HST  melalui Tim Pekerja Masjid Ar Rahim membangun kembali jembatan darurat yang ambruk, Senin 14 Juni 2021. Jembatan tersebut diterjang arus sungai pada Sabtu 12 Juni 2021. FOTO : 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Meningkatnya debit air sungai ditambah curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), tak hanya memporakporandakan jembatan darurat di Desa Baru, Waki Kecamatan Batubenawa.

Tapi juga jembatan darurat di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan. Jembatan yang dibangun susah payah oleh tim relawan Muhammadiyah bersama masyarakat desa itu pun terimbas.

Kekuatan tiang jembatan dari batang kelapa tak mampu menahan terjangan arus air dan tumpukan raba (sampah berbagai material kayu), membuat jembatan ambruk

Bangunannya tercerai berai hingga akses ke desa itu sempat terputus, Sabtu 12 Juni 2021, warga setempat mencoba membangun secara mandiri,  dengan harapan minimal bisa dilewati kendaraan roda dua.

Baca juga: Diamuk Arus Sungai, Jembatan Darurat Desa Baru Waki HST Kalsel Kembali Rusak

Baca juga: Pemko Banjarbaru Akan Bangun Dua Jembatan Penyeberangan Orang

“Akhirnya bersama tim pekerja dari Masjid Ar Rahim, kami   membangun kembali jembatan sampai malam melanjutkan pekerjaan sore sebelumnya,”kata Aris  Ketua Kerja Pembangunan Masjid Ar Rahim Desa Patikalain, kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (15/6/2021).

Menjelang tengah malam, jembatan selesai dibangun dan bisa dilewati kendaraan roda dua, setelah salah satu pekerja mengalami cidera akibat jarinya tertimpa potongan kayu.

Sementara itu, Minggu 13 JUni 2021, MDMC bersama LazizMU, berkordinasi dengan warga setempat setelah memantau lokasi kembali memberikan bantuan pembangunan jembatan ambruk yang telah dibuat warga bersama tim pekerja Masjid Ar Rahim.

Pembangunan dilakukan dengan desain ulang konstruksinya namun dengan tetap dengan status jembatan darurat.

Ketua Tanggap Darurat REhabilitasi dan Rekonstruksi MDMC Pusat, Chairil Anam, yang saat ambruknya jembatan berada di Barabai untuk rencana membangun huntara langsung melakukan koordinasi dengan  Kepala Pelaksana BPBD HST, Camat Hantakan  dan Kadis Perkim.

“Saat jembatan ambruk, kami langsung meninjau ke lokasi,”kata Ketua Pemuda Muhammadiyah, Fuad Rahman.

Baca juga: Sempat Heboh, Motor Boy Terbakar di Jembatan Rumpiang Batola

Baca juga: Lahan Terkena untuk Jembatan HKSN Banjarmasin, Warga Harapkan Dapat Ganti Rp 2 Miliar

Setelah dilakukan desain ulang, Senin 14 Juni 2021 dalam waktu sehari kata Fuad pembangunan jembatan darurat selesai, dan kembali bisa dilewati kendaraan roda empat atau mobil.

“MDMC dan LAzizMu tetap berkomitmen mensupport kebutuhan masyarakat dan kepentingan orang banyak,”kata Fuad. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved