Breaking News:

Kampusiana

Paparkan Disertasi di Sidang Terbuka Program Doktor ITB, Zulfikar Alimuddin Raih Cum Laude

Zulfikar Alimuddin berhasil mendapatkan gelar Doktor, dengan Yudisium predikat pujian atau Cum Laude.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Sidang Terbuka Program Doktor Zulfikar Alimuddin, dalam Program Studi Doktor Sains_Manajemen, Sekolah Pascasarjana Institut Teknologi Bandung, Rabu (16/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Zulfikar Alimuddin berhasil mendapatkan gelar Doktor, dengan Yudisium predikat pujian atau Cum Laude.

Prestasi didapatkan pria yang menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Harian Politeknik Hasnur itu, setelah ia memaparkan disertasi, berjudul Reinforcing Action Learning with Knowledge Creation to Improve Pedagogical Content Knowledge Among School Teachers.

Disertasi ia paparkan dalam Sidang Terbuka Program Doktor, Program Studi Doktor Sains/Manajemen, Sekolah Pascasarjana Institut Teknologi Bandung.

Pemaparan karangan ilmiah itu dipromotori oleh Prof. Dr. Ir. Yan Hidayat Cakraatmaja, M.Eng, Achmad Ghazali ST, M.A.B, Ph.D, dan Dr. Henndy Ginting.

"Pertama saya merasa puas karena dalam studi ini saya harus bekerja keras, dan saya pribadi juga butuh validasi bagi saya sendiri bahwa saya bisa mencapai prestasi akademik. Jadi saya puas dan bahagia," katanya. Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Tiga Jam Menghadapi Penguji, Mahasiswa S2 Asal Tabalong Raih Cum Laude di Universites Al-Azhar Kairo

Baca juga: UMB Gelar Wisuda Secara Daring, 75 Orang Raih Predikat Cum Laude

Dengan mengikuti program Doktor tersebut, Zulfikar menginginkan adanya perubahan pola pikir pada dirinya sendiri.

"Merubah mindset agar tidak berpikir semaunya, dengan program Doktor ada bimbingan untuk berpikir secara terstruktur," jelasnya.

Diharapkannya dengan disertasi yang ia buat dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pada dunia pendidikan.

Sebab dalam disertasi itu Zulfikar melakukan riset terhadap pengembangan kopetensi guru, yang mana menurutnya hal itu menjadi masalah laten.

"Saya membuat suatu instrumen cara agar guru bisa menilai dirinya sendiri, dan instrumen itu juga bisa dipakai oleh pihak pengawas sekolah untuk menilai cara guru mengajar," Jelasnya.

Selain itu juga dalam disertasi tersebut Zulfikar memberikan ruang, adanya intervensi untuk melatih guru dengam cara berbeda.

"Selama ini guru ikut training, kalau dengan pola ini guru ikut program actioan learning. Program itu meminta seseorang untuk mereview kembali kekurangannya dalam mengajar. Karena selama ini guru tidak dilatih untuk melihat kekurangan dirinya," ungkapnya.

Baca juga: Sekda Banjar M Hilman Raih Doktor Ilmu Hukum dengan Nilai Cumlaude dari Unissula

Baca juga: Urang Banjar Bawa Gelar Doktor dari Jepang, Dapat Izin Khusus Masuk Kampus Saat Pandemi Covid-19

Diharapkannya juga program tersebut dapat membuat para guru agar lebih peka pada kesalahan dirinya sendiri saat mengajar.

"Selain itu juga ada pola untuk bisa berukar pengetahuan, dengan telah disiapkannya standar prosedur dan dokumen," jelas Zulfikar.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved