Breaking News:

Berita HST

VIDEO Penjelasan PDAM Barabai Kabupaten HST tentang AIr Keruh Dikeluhkan Pelanggan

Debit air Sungai Barabai naik mengakibatkan air keruh, sehingga saat didistribusikan PDAM Barabai ke pelanggan juga keruh. Suplai pun dihentikan.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pelanggan PDAM Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mengeluhkan air yang diterima.

Seperti yang terjadi saat Selasa (15/6/2021) siang, warna air leding terlihat hitam seperti air kopi.

“Warnanya hitam kayak kopi,” ungkap Eka, warga Gang Manggis, Kota Barabai, Kabupaten HST.

Selain hitam, air juga berbau sehingga dia pun terpaksa memasak pakai air galon yang dibeli dari depo isi ulang air minum.

Kepala Seksi Perencanaan yang juga Plt Kabag Teknik PDAM Barabai, Firnadi, kepada Banjarmasinpost.co.id,  menjelaskan, kondisi tersebut biasa terjadi jika debit air sungai sedang tinggi dan kekeruhannya meningkat.

Baca juga: Warga dan MDMC Bangun Kembali Jembatan Patikalain, Mobil Pun Bisa Melintas Lagi

Baca juga: Narkoba Kalsel, BNNK Batola Gagalkan 2 Pemuda Akan Bawa Sabu ke Kabupaten HST

Disebutkannya, sungai barabai sebagai sumber bahan baku yang diolah selama ini, sering berubah warna menjadi keruh, disertai material lumpur. “Khusunya jika terjadi banjir atau debit air sedang naik,” kata Firnadi.

Kekeruhan air baku itu, jelasnya, melebihi kemampuan normal sehingga mempengaruhi kemampuan PDAM HST dalam pengolahan.

Disebutkan, kemampuan mengolah air jika di kisaran 600 Nephelometric Turbidity Unit atau NTU (tingkat kekeruhan).

Dalam situasi banjir atau debit sungai meningkat dan keruh, mencapai 1.000 hingga 1.400 NTU.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved