Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Gelar Taxpayer Gathering, Kepala Kanwil DJP Kalselteng Harapkan Kontribusi KPP Banjarmasin

Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah bersama dengan KPP Madya Banjarmasin menyelenggarakan Taxpayer Gathering

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Acara Taxpayer Ghatering di Calamus Ballroom, Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Kamis (17/6/2021). 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara resmi mereorganisasi instansi vertikal di daerah pada Senin, (24/5/2021).

Perombakan ini jelas berdampak untuk sebagian wajib pajak, yakni wajib pajak yang kantor pajaknya mengalami penataan, salah satunya Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin.

Terkait dengan reorganisasi tersebut, Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah bersama dengan KPP
Madya Banjarmasin menyelenggarakan Taxpayer Gathering dengan tema “Baimbai Bagawi Mambangun
Nagari”  di Calamus Ballroom, Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Kamis (17/6/2021). 

Acara diselenggarakan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan. 

Baca juga: DJP dan Pemerintah Daerah Tabalong Bersinergi Optimalkan Penerimaan  Pajak

Baca juga: Mulai 24 Mei, Organisasi Intansi Vertikal DJP Resmi Berubah

Baca juga: Target Ditingkatkan 14,6 persen di 2021, Kanwil DJP Kalselteng tetap optimis

Hadir Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Syafrizal, Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Tarmizi, Kepala KPP Madya Banjarmasin, Ari Djunaedi, dan para undangan yang terdiri dari perwakilan wajib pajak KPP Madya Banjarmasin.

Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Tarmizi, menyampaikan bahwa penerimaan pajak Kanwil DJP Kalselteng
hingga 9 Juni 2021 sebanyak Rp 5,266 triliun dari target Rp. 14,356 triliun atau sebesar 36,68%.

KedepannyaTarmizi berharap, kontribusi KPP Madya Banjarmasin sangat berpengaruh bagi penerimaan pajak Kanwil yaitu sebanyak 42,35% terhadap target Kanwil.

Dalam sambutannya Tarmizi juga menyampaikan bahwa di Tahun 2021 masih menjadi tahun yang sulit
sebab Covid-19 masih menunjukan angka yang tinggi. 

Pandemi ini merupakan bencana nasional yangmempengaruhi stabilitas ekonomi dan produktivitas masyarakat. 

Kondisi ini belum memungkinkan untuk perekonomian masyarakat menjadi stabil seperti sedia kala. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved