Breaking News:

Berita Banjarbaru

Menag Larang Tempat Ibadah di Zona Merah dan Oranye Buka, Kemenag Banjarbaru Minta Prokes Dipatuhi

Di Kota Banjarbaru, Seruan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang penutupan tempat ibadah di zona merah dan oranye belum ditindaklanjuti

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/KHAIRIL RAHIM
Ilustrasi-Ruang induk Masjid Agung Al Munawarah, di Jalan Trikora, Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (10/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Di Kota Banjarbaru, Seruan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang penutupan tempat ibadah di wilayah zona merah dan oranye belum ditindaklanjuti.

Sebelumnya dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Menag nomor 13 tahun 2021. BerdasaR edaran ini, seluruh tempat ibadah yang berada di area zona merah corona virus diseases (covid-19) harus ditutup sementara. Langkah ini guna mengatasi dan mencegah meluasnya penularan covid-19.

Kepala Kantor Kemenag Abdul Basit mengaku pihaknya masih tetap mengizinkan masyarakat Banjarbaru untuk datang ke tempat ibadah.

"Masyarakat masih tetap bisa beribadah belum ada larangan," kata Basit.

Baca juga: Sebanyak 2.745 Orang di Banjarmasin Berhasil Jalani Vaksinasi di Tempat Ibadah

Baca juga: Masih Zona Oranye, Banjarbaru Tetap Izinkan Salat Ied Berjemaah Digelar

Baca juga: Tiga RT di Banjarmasin Sudah Berstatus Zona Oranye Covid-19

Basit mengakui walau Banjarbaru Masuk zona oranye namun selama larangan dari Menag belum diterima jadi tempat ibadah masih tetap buka.

"Belum ada pemberitahuan dari Menag soal ini (larangan)," sebut dia.

Menurut Basit, yang penting warga bersama-sama tetap patuh akan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. 

Baca juga: Masih Delapan Kecamatan di Banjar Masuk Zona Oranye Covid-19, Banjar Berstatus Kuning

"Tentunya dengan kita menerapkan protokol kesehatan dan perilaku disiplin hidup bersih inilah yang harus selalu kita ingat, kita taati, dan kita terapkan. Untuk mengatasi penyebaran pandemi covid 19 ini, pemerintah tidak bisa berperan sendiri, namun harus dibantu seluruh masyarakat," sambung dia.

Ketua Tim Satgas Penanganan Covid-19 Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin masih belum bisa dikonfirmasi karena sejak beberapa hari lalu keluar daerah. (banjarmasin post.co.id/Khairil rahim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved