Breaking News:

Berita Palangkaraya

Miras di Kalteng, Penjual Terbuka di Sampit dan Diijual dengan Harga Murah

Maraknya penjualan minuman keras (Miras) secara terbuka di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berjenis arak, yang harganya murah s

Penulis: Fathurahman | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id / faturahman
Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Jujur dan Adil (Amali Jurdil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, M Gumarang. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Mirras di Kalteng, Maraknya penjualan minuman keras (Miras) secara terbuka di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berjenis arak, yang harganya murah sangat terjangkau mendapat perhatian, M Gumarang tokoh masyarakat setempat.

Insiden adu mulut antara Wakil Bupati Kotim, Irawati dan bos penjual minuman keras ilegal, yang videonya viral di media sosial, sehingga banyak mendapatkan perhatian warga net juga warga Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga, Kamis (17/6/2021) menjadi perbincangan banyak kalangan.

Kelakuan bos penjual minuman keras yang berani menantang Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, bahkan mendapat perhatian lembaga keagamaan, pengurus cabang nahdatul ulama Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah yang menggelar forum diskusi menyikapi penertiban bisnis minuman keras yang dilakukan Pemkab Kotim.

Salah satu pemerhati masalah sosial di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Muhammad Gumarang, Kamis (17/6/2021) mengungkapkan, penjualan miras jenis arak yang harganya murah terjangkau oleh kalangan mengah kebawah sangat berpotensi merusak anak bangsa.

Baca juga: VIDEO Sempat Cekcok Dengan Pemilik Usaha, Wabup Kotim Irawati Tetap Awasi Miras

Baca juga: Sempat Cekcok dengan Pemilik Usaha, Wabup Kotim Irawati Tegaskan Tetap Awasi Miras

Dikatakan, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Jujur dan Adil (Amali Jurdil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, tengah ini sangan sepakat jika miras ilegal yang dijual tanpa izin tersebut ditertibkan, karena akan sangat merusak anak bangsa.

"Namun saya berharap, dalam sidak yang dilakukan Wabup Kotim juga melibatkan aparat keamanan sehingga tempat penjualan ilegal bisa langsung ditutup. Miras yang jenis arak yang dijual murah rawan dimanfaatkan oleh kalangan remaja untuk berpesta dan jenis miraa oplosan bisa berbahaya bagi kesehatan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved