Breaking News:

Berita Tapin

Penutupan Jalan Sawit, Polsek Tapin Selatan Lakukan Mediasi Antara Warga dan Pihak Perusahaan

Puluhan masyarakat Desa Tatakan yang menutup jalan sawit PT Hasnur Citra Terpadu (HCT) yang berlokasi Pulau Kadap, Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Sel

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene
Suasana mediasi di Polsek Tapin Selatan antara pihak PT HTC bersama warga Desa Tatakan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Puluhan masyarakat Desa Tatakan yang menutup jalan sawit PT Hasnur Citra Terpadu (HCT) yang berlokasi Pulau Kadap, Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan akhirnya gelar mediasi. Jumat, (18/06/2021)

Pantauan Banjarmasinpost.co.id mediasi yang digelar di Polsek Tapin Selatan ini berjalan cukup alot. Kurang lebih dua jam berjalan, pihak masyarakat dan Perushaan masing-masing saling melempar pendapat, sanggahan dan berbagai argumen.

Penutupan jalan sawit PT. HCT oleh warga ini dikarenakan pihak perusahaan tidak menepati janjinya mengenai pembagian hasil plasma setelah bertahun-tahun yang telah ditanam dari tahun 2011.

Tidak hanya itu, Warga juga menuntut sertifikat tanah yang dijanjikan dua hektar ternyata hanya 1,5 hektar dan masyarakat juga menuntut tali asih atas penggunaan hak guna usaha Desa Tatakan.

Baca juga: Video Buruh Sawit di Kotim Ini Tega Tusuk Istri Sendiri, Motifnya Ternyata Karena Ini

Baca juga: Jalan Kebun Sawit Menuju Tebingsiring Dijanjikan Diperkeras, Dewan Tala Kawal Realisasinya

Kapolsek Tapin Selatan, Iptu Sunardi saat ditemui Banjarmasinpost.co.id mengatakan
agar tidak terjadi hal yang diinginkan maka pihak kepolisian lakukan diskusi antara perusahaan dengan masyarakat yang bertempat di aula polsek tapin selatan.

"Mediasi hari ini, tidak lain adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin," jelasnya.

Iptu Sunardi mengatakan menghadapi situasi ini, pihaknya meminta kepada masyarakat agar dapat bersabar dan menjaga kondusifitas sehingga dalam mediasi berjalan dengan baik.

"Tetap bersabar dan jangan sampai ada yang terprofokasi. Kita Negara Hukum, lalukan langkah-langkah yang profesional tanpa harus merugikan satu pihak," jelasnya.

Ia mengatakan terkait hasil mediasi, memang belum ada kesepakatan atau titik temu antara warga dan pihak perusahaan.

"Jadi, kita sepakat untuk menunda sambil menunggu waktu dari pihak perusahaan, kapan akan diadakan mediasi lagi," jelasnya.

Ia mengatakan tugas kita sebagai pihak Kepolisian adalah menjembatani masyarakat dan Perushaan tanpa mengambil alih atau memutuskan sebelah pihak.

"Kita tetap berpatokan pada hasil kesepakatan warga, sambil memberikan solusi-solusi," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved