Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Rumah Bersubsidi di Kalsel Banyak Terserap, REI Harapkan Kuota Ditambah

REI Kalsel berharap adanya penambahan kuota rumah bersubsidi mengingat masih besarnya permintaan dari masyarakat

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
Banjarmasin Post Group
Salah satu kompleks rumah bersubsidi di kawasan Manarap, Kertakhanyar, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebutuhan rumah subsidi saat ini masih sangat besar. Tak heran, saat ini rumah bersubsidi di Kalsel banyak terserap. karena itulah, REI Kalsel berharap adanya penambahan kuota rumah bersubsidi.

Apalagi dalam kondisi new normal ini perekonomian masih menuju penstabilan, sehingga masyarakat tetap perlu disubsidi dalam hal kredit kepemilikan rumah. 

Ketua DPD REI (Real Estate Indonesia) Kalsel, H Ahyat Sarbini, mengatakan, hingga tri semester kedua ini kuota rumah subsidi sudah banyak terserap. 

"Bahkan ada perbankan yang sudah hampir habis kuotanya hingga 70 persen jadi Juni ini kabarnya harus mengajukan penambahan kuota lagi," ujar Ahyat. 

Baca juga: Di Tengah Pandemi Covid-19 Kalsel, Rumah Bersubsidi Masih Diminati Masyarakat

Baca juga: REI Kalsel Minta Kebijakan Retribusi IMB Rumah Bersubsidi di Kabupaten Banjar

Harapan Ahyat ada penambahan kuota yang lebih banyak lagi dan ada relaksasinya. Dengan demikian semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki rumah. 

Di wilayah Kalsel, lanjut Ahyat, serapan rumah subsidi paling di banyak di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, kemudian di Banjarmasin, Batola, Banua Enam. 

Selain kuota rumah subsidi ditambah, pihaknya juga berharap ada kenaikan harga rumah yang di subsidi itu, sebab saat ini harga beberapa bahan bangunan sudah  naik. 

"Harga rumah subsidi yang dijual saat ini masih pakai harga tahun 2020. Hingga pertengahan tahun ini belum ada kenaikan untuk menyesuaikan harga bahan bangunan. Jadi kami berharap pada tri semester kedua ada kenaikan harga menjadi Rp175 juta per unit," kata Ahyat.

Sementara, informasi dari salah satu pihak bank yang melayani KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) yaitu Bank Kalsel, kuota subsidi memang banyak terserap nasabah KPR. 

Sebagaimana dikatakan Abdurrasyid, Staf Kebijakan &   Pengembangan Kredit, Divisi Kredit, ada dua KPR Bank Kalsel yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka).

"Kuota Bank Kalsel untuk KPR dari kementerian pada tahun ini 600 unit, adapun target kami pada 2021 ini di atas 1000 unit," jelasnya.

Baca juga: REI Kalsel Berharap Tambahan Kuota Rumah Bersubsidi dari Pemerintah Pusat

Dijelaskan lebih lanjut bahwa Kredit KPR FLPP Bank Kalsel adalah kredit pemilikan rumah sederhana yang diberikan oleh Bank Kalsel kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

"Kredit KPR FLPP untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam hal mendapatkan rumah yang murah dan layak huni, serta turut mendukung program pemerintah dalam hal memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah," bebernya.

 (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved