Breaking News:

Berita HST

Terima Anugrah Puspawana dari Kesultanan Banjar, Kosim Tanam Ribuan Bibit Pohon untuk Reboisasi

Tokoh pelestari hutan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kosim (51) menerima Anugrah Puspawana dari Kesultanan Banjar. Piagam peghargaa

Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
Kosim
Kosim saat menerima anugrah puspawana, pelestari lingkungan dari Kesultanan Banjar yang diserahkan Sultan Banjar Khairul Saleh 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Tokoh pelestari hutan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kosim (51) menerima Anugrah Puspawana dari Kesultanan Banjar. Piagam peghargaan Darjah Kesultanan Banjar tersebut diserahkan Sultan Khairul Saleh AL Mu.tasyim Billah, di Hotel Rattan In di Banjarmasin Selasa 13 Juni 2021 lalu.

Penganugrahan sebagai pelestari lingkungan bertepatan dengan Milad ke 516 Kesultanan Banjar . Selain dia, anugrah dibidang lain juga diberikan kepada sejumlah tokoh Kalsel yang dinilai punya kiprah yang positif serta menginspirasi masyarakat Kalsel. Atas anugrah tersebut, Kosim menyatakan turut bangga menjadi masyarakat Kalsel.

“Khususnya menjadi bagian dari warga HST yang ikut andil melestarikan hutan Pegunungan Meratus,”kata Kosim, kepada banjarmasinpost.co.id,Jumat (18/6/2021). Milad Kesultanan Banjar kali ini mengusung tema Meneguhkan Adat, Menegakkan Syara, Merawat NKRI. Pada milad tersebut Kesultanan BAnjar memberikan berbagai gelar dari berbagai latar belakang, salah satunya Kosim.

Kosim sendiri, oleh Pemkab HST direkomendasikan menerima Kalpataru 2020 lalu.

Baca juga: Pangeran Jumri Ayah dari Sultan Banjar Khairul Saleh Tutup Usia

Baca juga: Ini Gelar Raja Pertama Pagatan yang Dilantik Oleh Sultan Banjar

Berdasarkan pengamatan Pemkab HST dia berjasa dalam melestarikan hutan Meratus di HST. DIa juga gencar mengampanyekan gerakan menanam pohon, dan memberikan bibit secara gratis jika ada kegiatan terkait reboisasi. Kosim sendiri telah mereboisasi puluhan hektar lahan yang dulunya gundul menjadi perkebunan.

Puluhan ribu bibit pohon dia taman sendiri, seperti pohon jati, trambesi meranti, kayu putih dan jenis pohon penghijauan lainnya.

Meski tak lahir di Bumi Kalsel, pria asal Ciamis Jawa Barat yang menikah dengan perempuan dari suku Dayak Meratus di Batagalai Timur ini menyatakan sangat mencintai alam Pegunungan Meratus Kalsel. Diapun tingggal menetap di Desa HInas Kiri Kecamatan Batangalai Timur HST.

Kosim yang juga seorang seniman ini pun menciptakan puisi lingkungan, sebagai salah satu media menyosialisasikan pentingnya menjaga hutan meratus dari perusakan melalui penambangan maupun penebangan liar. Doa juga aktif dalam gerakan Save Meratus bersama masyarakat dan Pemkab HST. (banjarmasinpost.co.id/hanani).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved