Breaking News:

Berita Tapin

Tutup Jalan Angkutan Kelapa Sawit PT HCT, Petani Plasma Desa Tatakan Tapin Sampaikan 3 Tuntutan

Ratusan massa yang tergabung dalam petani plasma sawit dari desa Tatakan, melakukan penutupan akses jalan sawit PT. Hasnur Citra Terpadu (HCT)

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/stanislaus Sene
Penutupan jalan sawit PT. HCT oleh warga Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Jumat (18/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ratusan massa yang tergabung dalam petani plasma sawit dari desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan,  Kabupaten Tapin melakukan penutupan akses jalan sawit PT. Hasnur Citra Terpadu (HCT), Jumat, (18/06/2021).

Aksi massa yang terjadi pada Minggu, (13/06/2021) ini dikarenakan pihak PT.HCT tidak pernah melakukan pembayaran bagi hasil panen sesuai kesepakatan dengan masyarakat pada awal terbentuknya plasma sawit tersebut.

Terbaru, Masyarakat dan Pihak Perusahaan Dipertemukan di Aula Polsek Tapin Selatan untuk gelar Mediasi.

Perwakilan Massa, M. Zaini saat ditemui Banjarmasinpost.co.id mengatakan ada tiga tuntutan warga di sini yakni pembagian hasil plasma, pembayaran tali asih hak guna usaha (HGU) dan sertifikat yang dijanjikan seluas 2 hektar hanya diberikan 1,5 hektar.

"Apa yang dilakukan pihak perusahaan sudah sampai puncak dan tidak bisa ditolerir. Hasil panen sudah tiga tahun dilakukan namun tidak adanya pembagian hasil dengan kami," jelasnya.

Baca juga: Penutupan Jalan Sawit, Polsek Tapin Selatan Lakukan Mediasi Antara Warga dan Pihak Perusahaan

Baca juga: Harga Sawit Tinggi, Ekspor Sawit Kalsel Turun 595 ribu ton

Zaini mengatakan apa yang dilakukan hari merupakan bentuk ketegasan sikap dari warga untuk menuntut hak supaya diselesaikan pihak perusahaan.  

"Selama tiga tuntutan kami ini belum diselesaikan oleh pihak Perusahaan, maka jalan kami portal, dan tidak boleh ada kegiatan apapun disini. Jika memang belum ada penyelesaian sama sekali maka jalan terakhir tanah akan kami tarik kembali dan kami tanami sendiri," tegasnya. 

Ia mengakui sudah pernah ke kantor besar PT.HCT yang berada di kilometer 12, Desa Pandahan, namun tidak bertemu dengan pihak manajemen Perusahaan.

"Mediasi sudah beberapa kali dilaksanakan namun yang kami sayangkan adalah tidak pernah ada hasil karena yang hadir dari pihak perusahaan bukan pihak pengambil keputusan padahal ada persoalan krusial yang harus dibahas," lanjutnya.

Sementara itu Kepala Desa Tatakan, Ilham saat ditemui juga berharap pihak perusahaan agar segera menyelesaikan hak warganya yang telah menjadi petani plasma dan lebih dari itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved