Breaking News:

Berita Tapin

Angka Kelahiran Prematur Tinggi, Dokter Spesialis Anak Kabupaten Tapin Ungkap Ini

dokter spesialis anak di RSUD Datu Sanggul, Kota Rantau, Kabupaten Tapin, sebut pernikahan dini banyak mengakibatkan kelahiran bayi prematur.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE
Dokter spesialis anak dari RSUD Datu Sanggul, Wahyu Ningsih Lestari, saat memberi bingkisan berisi susu kepada warga yang membawa bayi dalam kegiatan sosialisasi tentang stunting di Desa Suato Lama, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (19/6/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOSTCO.ID, RANTAU - Angka kelahiran prematur lumayan tinggi di Kabupaten Tapin, Sabtu (19/6/2021).

Hal ini disampaikan Dr Wahyu Ningsih Lestari, dokter spesialis anak di RSUD Datu Sanggul, kota rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi  Kalimantan Selatan, saat pihaknya melaksanakan pengamatan selama delapan bulan terakhir.

Adapun penyebab terjadinya angka kelahiran prematur lumayan tinggi dikarenakan Pernikahan Dini.

"Anak-anak yang usianya masih harus usia sekolah, hamil, dan akhirnya melahirkan anak yang prematur," jelasnya.

Baca juga: Warga Tapin Bersyukur Harga Karet di Tapin Capai Rp 9.000 per Kilogram

Baca juga: Tidak Hanya Prajurit TNI, TMMD Ke-111 di Kabupaten Tapin Juga Libatkan Anggota Polri

Ia mengatakan, kelahiran prematur diakibatkan salah satunya karena belum siapnya rahim untuk melahirkan.

"Sehingga, angka kelahiran prematur lumayan tinggi untuk beberapa bulan terakhir," jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat supaya aktif merangkul anak-anak muda saat ini untuk hal-hal yang lebih produktif, sehingga terhindar dari hal-hal yang negatif.

Istri Komandan Kodim 1010/Rantau ini menambahkan, rata-rata semua kasus ditemukan itu adalah lahir di luar nikah.

Baca juga: Penutupan Jalan Sawit, Polsek Tapin Selatan Lakukan Mediasi Antara Warga dan Pihak Perusahaan

Baca juga: Tutup Jalan Angkutan Kelapa Sawit PT HCT, Petani Plasma Desa Tatakan Tapin Sampaikan 3 Tuntutan

"Paling muda, saya temukan umur 14 tahun. Bahkan ada yang meninggal dan ada juga yang masih dalam perawatan," jelasnya.

Ia pun lagi-lagi mengimbau masyarakat agar bersama-sama merrangkul anak-anak muda agar tidak terjadi lagi kehamilan di luar nikah karena itu akan membahayakan jiwa Ibu dan bayinya.

"Sejauh ini yang saya peroleh penyebab terjadinya pernikahan dini hingga terjadinya kelahiran prematur, yakni ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Orangtua sibuk sendiri dan anak juga sibuk sendiri," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved