Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dibangun Kawasan Wisata Kuliner, TPS di Jalan Belitung Darat Ditutup

Penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) kembali dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
TPS di Jalan Belitung Darat ditutup oleh DLH Banjarmasin, Provinsi Kalsel, 

Editor: Edi Nugroho


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) kembali dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin.

Pasalnya TPS yang berada di Jalan Beliung Darat tepatnya di seberang Gang Keluarga sejak kurang lebih sepekan terakhir ditutup.

Dari pantauan banjarmasinpost.co.id, di lokasi TPS yang telah ditutup tersebut dipagar seng dan terpasang pula sebuah spanduk pemberitahuan.

"Dilarang membuang sampah di lokasi ini !!! akan dibangun kawasan wisata kuliner," bunyi tulisan di spanduk tersebut.

Baca juga: VIDEO Wisata Kuliner Bermunculan di Bantaran Sungai Mentaya Sampit

Baca juga: Sediakan Makanan Khas Sampit Kotim, Wisata Kuliner Bermunculan di Bantaran Sungai Mentaya

Baca juga: Wisata Kalsel, Mawarung Wadai Banjar di Wisata Kuliner di Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Marzuki menjelaskan, bahwa penutupan TPS itu lantaran tanah yang berada tepat di belakang TPS ingin dipakai si pemilik.

"Kata si pemilik, untuk membangun jembatan yang nantinya menjadi akses menuju tempat kuliner. Jadi, mau tidak mau atau suka tidak suka harus ditutup," katanya.

Lantas bagaimana warga yang biasa membuang sampah ke TPS tersebut ? Terkait hal ini dijelaskan oleh Marzuki terpaksa harus dipindah.

"Sebagai ganti TPS yang ditutup itu, penampungannya dipindahkan ke TPS depan Navigasi, di Jalan Belitung Darat. Armada pun juga dialihkan ke sana," tambahnya.

Dengan ditutupnya TPS ini, maka DLH Banjarmasin sudah menutup sekitar delapan TPS. Pasalnya sebelumnya tercatat sudah ada tujuh TPS ditutup yakni dua TPS di Jalan Pramuka, tiga TPS di Jalan Veteran, satu TPS di Kompleks Malkon Temon, dan satu di Jalan Sungai Andai.

Pria yang akrab disapa Om Jeck ini juga menambahkan bahwa pihaknya cukup kesulitan untuk mencari lahan yang bisa dijadikan TPS. Pasalnya, keberadaan TPS kerap bersinggungan dengan kawasan permukiman warga.

"Ambil contoh, TPS yang ada di kawasan Jalan Belitung Darat. Rata-rata, kami memakai badan jalan. Padahal dalam sehari, ada 12 ton sampah yang diangkut," ungkapnya.

Marzuki pun menegaskan. Saat ini, belim ada lahan yang pas dengan keinginan pihaknya untuk dibeli. Padahal andai ada lahan yang cocok, pembangunan TPS pun bisa dilakukan dengan cepat.

"Ada lahan, tapi terlalu luas. Kami terkendala dana. Kami cukup 300 meter persegi. Seperti di eks Pasar Buah. Di situ, bisa menampung sampah lebih dari 50 ton sehari. Atau yang mampu menampung sampah dari enam sampai delapan TPS sekaligus," tutupnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved