Breaking News:

Tajuk

Samping Desa

Samping Desa bertugas mengawal berbagai program pemerintah dalam rangka upaya kemandirian dan pengentasan kemiskinan

Editor: Eka Dinayanti

BANJAMASINPOST.CO.ID - ASUMSI banyak sarjana menganggur, tak berlaku sepenuhnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Pasalnya di daerah berjuluk Bumi Antaludin itu, ada satu program pemerintah daerah yang membantu para lulusan perguruan tinggi mendapatkan pekerjaan. Setidaknya sebelum mereka benar-benar bekerja secara profesional pada bidang yang diharapkan dan sesuai disiplin ilmu.

Namanya Samping Desa, akronim dari Sarjana Pendamping Desa. Program ini murni produk lokal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS. Embrionya pada 2014, setahun setelah H Achmad Fikry menjadi bupati. Pengelolanya Bagian Ekobang.

Awalnya, Samping Desa bertugas membantu kepala desa dalam hal surat menyurat, pelayanan administrasi dan lainnya. Seiring waktu, ada program lain dari Kementerian Desa yang mengangkat Sarjana Pendamping Desa. Sejak itulah tugas pokok dan fungsi mereka menjadi lebih luas. Termasuk yang membawahinya beralih dinas sosial.

Samping Desa bertugas mengawal berbagai program pemerintah dalam rangka upaya kemandirian dan pengentasan kemiskinan, menjadi penghubung kelompok masyarakat dengan berbagai potensi, serta melaksanakan tugas pendataan dan pembaharuan data terkait dengan permasalahan di bidang sosial.

Tiap tahun Pemkab HSS melalui dinas sosial membuka pendaftaran menjadi Samping Desa. Sebelum bertugas, mereka yang terpilih menjadi semacam pembekalan dan pengarahan.

Adapun masa tugasnya satu tahun, dan bisa diperpanjang berdasar hasil evaluasi. Fasilitas berupa kertas dan tinta printer disediakan. Besar insentif Rp 2.250.000 per bulan.

Tugas mereka selama menunggu dana turun, cukup banyak. Mereka juga ikut membantu dalam perencanaan untuk pengusulan mendapatkan program di tahun berikutnya. Juga terlibat langsung dalam verifikasi pemutakhiran data yang gencar dilaksanakan saat ini oleh Kemensos.

Samping Desa mengawal apakah bantuan sudah sampai, tepat sasaran? Bagaimana perubahan setelah dapat bantuan? Termasuk membantu warga yang membutuhkan pelayanan, seperti lanjut usia yang ingin berobat.

Terlepas dari apakah program ini dinilai telah berhasil sepenuhnya atau masih perlu penyempurnaan, setidaknya menjadi inspirasi bagi daerah lain. Bisa diadopsi dan dimodifikasi demi kemajuan desa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved