Breaking News:

Kuliner Kalsel

Kuliner Kalsel, Pecel Rindu, Legendaris di Barabai, Eksis Sejak 1980-an Sampai Sekarang

Kuliner Kalsel, Sayur pecel boleh jadi adalah kuliner “sejuta umat”.Penggemar menu ini tentu pernah mencicipi makanan ini.

Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kuliner Kalsel, Warung Pecel Rindu di Desa Banua JIngah Barabai, Hulu Sungai Tengah 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kuliner Kalsel, Sayur pecel boleh jadi adalah kuliner “sejuta umat”.Penggemar menu ini tentu pernah mencicipi makanan ini.

Dengan cita rasa dan penyajian yang berbeda tentunya. Nah, di Barabai, ibukota Kabupaten HUlu Sungai Tengah, ada warung pecel yang sangat terkenal.

Namanya, pecal Rindu. Alamat warungnya di Desa Banua Jingah, Kelurahan Barabai Timur atau simpang tiga Ayuang, dengan jarak sekitar 2 kilometer dari kota Barabai.

Warung ini menjadi terkenal dan tiap hari dipadati pengujung. Selain harganya yang murah meriah (murmer) juga karena rasanya yang cocok di lidah orang Hulu Sungai. Bumbu kacang yang manis dicampur lontong, bakwan, kecambah, tahu serta sayur timun dan kangkung merupakan ciri khasnya. Meskipun murmer dengan harga Rp 8.000 per porsi, namun tetap enak dan bergizi.

Baca juga: Kuliner Kalsel, Pengunjung R Coffee and Food Banjarmasin Bisa Main Sepeda Air

Baca juga: Kuliner Kalsel, Ada Kopi Rempah Arab di R Coffee and Food Banjarmasin

Baca juga: Kuliner Kalsel, Harga Terjangkau di R Cafe and Food Banjarmasin dan Banyak Pilihan Kopi

Baca juga: Kuliner Kalsel, Harga Terjangkau di R Cafe and Food Banjarmasin dan Banyak Pilihan Kopi

Warung sederhana ini selalu ramai dikunjungi masyaraat umum, hingga PNS dan kalangan profesi lainnya.

Khususnya pada saat jam makan siang. Satu porsi pecel dengan teh hangat atau the es, biasanya cuma habis Rp 10.000. Cukup murah kan? Tersedia pula telur bebek rebus, sebagai lauk jika ingin menambah. Warung pecel RIndu sendiri diambil dari nama pemiliknya, Rindu Adana NIgsih.

Eksis sejak 1980-an, awal mulanya buka di Jalan Sarigading Bulau. Yang berjualan pecal adalah ibunya Rindu yang akrab disapa Bu Le, berasal dari pulau Jawa.

“Setelah berjualan di Bulau, pindah ke Jalan Surapati depan Kompleks Melati. Lalu pindah lagi ke Desa Banua Jingah pada tahun 2000-an sekalian membangun rumah hingga akhirnya menetap di sini,”kata Rindu kepada banjarmaisnpost.co.id.

Setelah Bu Le, meninggal dunia, Rindu yang sejak kecil membantu berjualan pecal kemudian meneruskan usaha tersebut, sampai dia berkeluarga. Pecal rindu buka tiap hari mulai pukul 07.00 wita sampai siang pukul 14.00 wita. Untuk melayani pembeli yang silih berganti makan siang di warungnya Rindu pun mempekerjakan beberapa warga sekitar.

Tiap hari dia membuat pecel untuk 300 porsi. “Asalkan tidak hujan, Alhamdulillah selalu habis,”katanya. Kalau hujan sejak subuh, biasanya kami tutup, karena mempengaruhi pengujung datang ke warung.”tuturnya. Saking melegendanya pecel Rindu, pengunjung yang tinggal di luar daerah yang dulunya tinggal di Barabai pun wajib mampir jika pulang kampung.

Seperti diakui Fathul Jannah, yang kini menetap di Kota Banjarbaru. “Kalau pulang kampung ke Barabai, kami sekeluarga selalu mampir ke pecel Rindu ini. Bukan karena taka da warung pecal di tempat lain. Tapi rasanya yang beda, baik bumbu kacannya maupun komposisi sayurannya,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved