Breaking News:

Berita Banjarmasin

Ratusan Mahasiswa Akan Datangi DPRD Provinsi Kalsel, Aksi Selamatakan KPK

Pebgurus dan anggota BEM SeKA akan demonstrasi di DPRD, Senin (21/6/2021), di Banjarmasin, menentang pelemahan KPK dalam hal tes wawasan kebangsaan.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
ILUSTRASI - Aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Kamis (8/10/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se Kalimantan Selatan (BEM SeKA) bakal melakukan aksi.

Direncanakan aksi mereka terpusat di depan Kantor DPRD Kalsel, dengan titik kumpul Taman Kamboja , Kota Banjarmasin, Senin (21/6/2021) sekira pukul 14.00 Wita.

Dijelaskan Ketua BEM SeKA, Rinaldi, aksi yang akan digelar terkait adanya dugaan upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terutama melalui tes wawasan kebangsaan (TWK). 

Itu sebagai bentuk perjuangan dan menyelamatkan lembaga amanat reformasi yang menurutnya saat ini dirasa semakin dilemahkan.

Baca juga: 1.402 peserta UM-PTKIN Lulus di UIN Banjarmasin, Catat Tanggal Batas Terakhir Daftar Ulang

Baca juga: Kebakaran Kalsel, 10 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal di Kecamatan Simpangempat Kabupaten Banjar

"Besok rencananya aksi diikuti sekitar 100 mahasiswa," kata remaja yang juga menjabat sebagai Ketua BEM ULM tersebut, Minggu (20/6/2021).

Dalam aksi, Rinaldi mengakui, pihaknya bakal mengajukan sejumlah tuntutan kepada DPRD Kalsel.

Sementara itu Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Antasari, Ilham, berharap mahasiswa dapat ikut berperan aktif dalam aksi tersebut.

"Kami juga akan memobilisasi massa sebanyak mungkin, dan tentunya kami berharap kawan-kawan mahasiswa di kampus turut ambil bagian dalam aksi itu," ucapnya.

Baca juga: 89 Casis Bakomsus Lolos Tes Kesamaptaan Jasmani dan Pemeriksaan Anthropometrik di Polda Kalsel

Baca juga: Dalam Dua Hari, UDD PMI Banjarmasin Dapatkan Ratusan Pendonor Karena Hal Ini

Diketahui, TWK yang disoroti dalam rencana aksi unjuk rasa itu, diberlakukan kepada pegawai KPK sebagai syarat untuk beralih status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Namun belakangan, muncul Polemik Hasil TWK lantaran isu utama yang diangkat di daftar, dinilai banyak pihak  mengada-ada. Bahkan akhirnya dikaitkan dengan sikap radikalisme. 

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved