Breaking News:

Tajuk

Suporter dan Covid

Untuk pertama kalinya, mereka bertanding di hadapan penonton yang memenuhi stadion sejak pandemi global Covid-19

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - PANDEMI Covid-19 belum usai. Bahkan kini penularan virus corona kembali melonjak seusai libur lebaran Idulfitri. Hal ini terlihat dari kasus harian Covid-19 yakni angka kematian dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit yang semakin bertambah dalam sehari.

Data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 hingga Sabtu (19/6/2021) pukul 12.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 12.906 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 1.976.172 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Di tengah kekhawatiran gelombang baru Covid-19 di Indonesia, muncul pemandangan yang menggelitik warga Indonesia yang menonton Uero 2020. Bukan hanya keseruan pertandingan tim-tim sepakbola yang bertanding tapi suasana stadion tempat berlangsungnya laga.

Seperti pertandingan Hungaria melawan Portugal di Grup F Euro 2020. Pertandingan tersebut disaksikan langsung penonton yang memenuhi Stadion Puskas Arena, Budapest, Selasa (16/6/2021) malam WIB. Atmosfer berbeda dirasakan kedua tim dalam laga kali ini. Untuk pertama kalinya, mereka bertanding di hadapan penonton yang memenuhi stadion sejak pandemi global Covid-19.

Ya, Puskas Arena yang berkapasitas 67 ribu penonton terisi penuh penggemar yang memadati tribun. Pemandangan tersebut jelas terasa spesial, mengingat stadion-stadion di Euro 2020 sebelumya tak bisa diisi full guna mencegah virus Corona. Padahal, Hungaria sendiri sampai saat ini sudah melaporkan lebih dari 800 ribu kasus virus Corona, dengan kematian mencapai hampir 30 ribu orang. Jumlah tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di Eropa.

Keadaan ini juga sempat dipermasalahkan netizen Indonesia.

Mengingat, saat Euro 2020 dipadati penonton, di Indonesia sejumlah masjid masih shalat berjarak, orang berjualan dibatasi bahkan sekolah pun belum bisa tatap muka alias masih secara daring.

Lantas apa yang dilakukan Hungaria hingga berani seperti itu? Rupanya Hungaria juga terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19. Negara berpenduduk 9,8 juta jiwa itu menjalankan program vaksinasi secara masif. Melansir laporan Daily Star, Hungaria sudah memberi vaksinasi sebanyak 5,3 juta penduduknya menjelang Euro 2020. Pemerintah Hungaria menggunakan vaksin dari Rusia dan China.

Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, mempercepat aturan lockdown bagi negaranya, sehingga para penggemar dapat menikmati gelaran Piala Eropa di Budapest. Meski begitu, seluruh fans harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Hanya orang-orang yang telah divaksin saja yang diperbolehkan datang ke stadion. Para fans Hungaria diberi gelang khusus yang dapat diambil dengan menunjukkan kartu vaksinasi nasional.

Sementara itu, bagi penggemar tim tamu yang hadir ke Budapest harus dinyatakan negatif virus Corona dalam tes PCR menjelang kick-off. Mereka juga diwajibkan membawa bukti sudah divaksin secara menyeluruh. Protokol kesehatan yang sangat ketat, plus bukti sudah vaksinasi kepada seluruh penonton, membuat Hungaria tercatat sebagai satu-satunya tuan rumah yang bisa menggelar Piala Eropa 2020 dengan kehadiran fans 100 persen.

Tentunya, hal ini bisa jadi contoh bagi Indonesia. Pemerintah, masyarakat dan semua elemen bekerja sama untuk bisa kembali ke suasana 'normal' lagi. Tugas pemerintah memaksimalkan vaksinasi dan membuat kebijakan yang 'memaksa' warganya mematuhi protokol kesehatan.
Memang seperti Hungaria, selain gencar melakukan vaksinasi dan protokol kesehatan, mereka mengambil risiko dengan melockdown negaranya. Warganya pun patuh karena motivasi besar ingin bisa menyaksikan langsung tim negaranya bertanding.

Sepertinya, movitasi layaknya Euro 2020 ini mesti dimunculkan pada benak warga Indonesia, walaupun dengan versi berbeda. Dengan begitu, program pemerintah menangani Covid-19 bisa optimal. Maklum, selama ini, masih banyak warga yang tak percaya Covid-19 itu ada. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved