Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Ayam potong Naik, Perekor di Banjarbaru Dijual Rp 55 Ribu

Harga ayam broiler atau ayam potong di pasaran di Kalsel saat ini kembali naik. Ayam ukuran standar mencapai Rp 45 ribu per ekor, ukuran besar Rp 55 r

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Harga Ayam ukuran standar di Banjarbaru mencapai Rp 45 ribu per ekor, ukuran besar Rp 55 ribu hingga Rp60 ribu per ekor, Selasa (22/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Harga ayam broiler atau ayam potong di pasaran di Kalsel saat ini kembali merangkak naik.

Ayam ukuran standar mencapai Rp 45 ribu per ekor, ukuran besar Rp 55 ribu hingga Rp60 ribu per ekor. 

Sebelumnya, harga ayam potong di pasaran ada pada kisaran antara Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu per ekor. 

Rusnah, pedagang ayam di Pasar Bauntung Banjarbaru mengatakan, sejak sepekan ini ia sudah mendapatkan harga cukup tinggi dari broker, mau tidak mau harus disesuaikan pula harga ecerannya. 

Baca juga: Harga Ayam Potong di Banjarbaru Bertahan Rp 40 Ribu Per Ekor

Baca juga: Harga Ayam Potong Melejit, di Banjarbaru Mencapai Rp 75 Ribu Per ekor

"Biasanya harga Rp20-Rp25 ribu per kg, sekarang sudah mencapai Rp 31 ribu per ekor, jadi per ekor dengan ukuran lebih 1 kg saya harus jual harga Rp 45 ribu hingga Rp50 ribu, itupun keuntungan sangat tipis," jelasnya. 

Penyebab terjadinya kenaikan harga ayam potong ini, Rusnah tidak tahu pasti, karena dia hanya dapat pembagian ayam dari para broker. 

Hal sama diakui Aisyah, pedagang pasar mingguan di Banjarbaru, tingginya harga ayam sekarang ini membuat penjualannya agak berkurang, apalagi kalau hari hujan, permintaan jadi sangat turun sekali.

"Saya jual ayam per ekor, saat ini saya hanya berharap dapat keuntungan dari jual ceker, jeroan dan kepala ayam saja," tukasnya. 

Kalau cuaca hujan dan stok ayam masih banyak, ia tidak dapat untung sebaliknya  menelan kerugian.

"Daripada ada sisa, kadang dengan terpaksa harus jual modal dengan tetangga," ungkapnya. 

Tingginya harga ayam di pasaran. cukup berdampak terhadap pedagang kuliner yang terpaksa harus memperkecil potongan ayam sebagai lauk. 

Ikhsan, pedagang kuliner di Palam, Banjarbaru, mengatakan,  ia juga bingung penyebab harga ayam kembali mengalami kenaikan, padahal sebelumnya sempat turun. 

"Kalau harga ayam potong terus naik, tentunya lauk yang kami jual agak mengecil, buntutnya langganan kami jadi mempertanyakan," ujarnya. 

Baca juga: Pasokan Lancar, Harga Daging Ayam Kampung dan Broiler Turun di Pasar Tradisional Palangkaraya

Alasan yang bisa ia sampaikan, karena harga ayam sedang mahal, tapi pelanggan kadang tidak mau tahu dan malah besok-besoknya tidak beli.

"Ini saja penjualan kami agak menurun juga," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved