Breaking News:

Berita Banjarbaru

PSK Online di Bawah Umur di Banjarbaru Ternyata Lagi Hamil 7 Bulan

Perempuan berinisial D (16) tampak uring uringan. Dia hanya bisa rebahan sambil menonton televisi di ruang Rumah Singgah berkarakter Dinas Sosial kota

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
Dua pelaku prostitusi online di bawah umur mendapat pengarahan dari Kepala Dinas Sosial Rokhyat Riyadi di Rumah Singgah berkarakter Dinas Sosial kota Banjarbaru, Selasa (22/6/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST.CO,ID, BANJARBARU- Perempuan berinisial D (16) tampak uring uringan. Dia hanya bisa rebahan sambil menonton televisi di ruang Rumah Singgah berkarakter Dinas Sosial kota Banjarbaru, Selasa (22/6/2021).

Perempuan bertubuh mungil ini memang tidak tampak sehat sebab dia diketahui sedang mengandung dengan usia tujuh bulan.

D berada di rumah singgah setelah tim UKL Sabhara Polres Banjarbaru yang dipimpin oleh Aipda Isman Riskadani kost di Sidomulyo 3 dan di jalan GT. Paring Banjarbaru, Minggu (20/6/2021) dinihari.

D ditangkap karena diduga terlibat prostitusi online bersama 11 rekannya yang lain. Selain D dua rekan perempuan lainnya berstatus dibawah umur.

Baca juga: Sabhara Polres Banjarbaru Ciduk Tiga PSK Online di Bawah Umur

Baca juga: Tubuh Penuh Luka, PSK Online Ini Roboh & Tewas di Kamar Hotel di Sleman, Sandal Pelaku Tertinggal

Baca juga: TERBONGKAR, Ternyata Kamar Hotel 606 & 608 yang Dipakai PSK Online Dipesan Andre Rosiade, Faktanya?

Saat ditemui D berkilah tidak terlibat prostitusi online. Hanya berada di kos untuk menemani suaminya minum minuman keras bersama rekan rekannya.

"Saya tidak jualan itu. Saya menemani suami saja," kata D membantah.

Namun bantahan D disanggah temannya L (17) pelaku prostitusi online dbawah umur lainnya. L mengaku bersama D sedang menunggu pelanggan di kos itu.

"Menunggu pelanggan tapi keburu ditangkap," kata L.

L menambakan dia terjebak di prostitus online ini karena kebutuhan hidup. Dia rela putus sekolah padahal mengambil jalur pendidikan di sekolah agama tingkat SMP.

"Sudah berhenti sekolah MTs," kata perempuan dengan rambut pirang ini.

Mengenai tarif sekali kencan L mengaku tergantung paling tidak Rp 300 ribu.

"Tapi sekarang jarang juga (dapat palanggan) dua Minggu kadang sekali saja," tambah dia.

Untuk menggaet pelanggan hidung belang, L mengaku banyak memafaatkan aplikasi media sosial.

Ditanya apakah orangtua tahu akan profesinya ini warga Bangkal Kecamatan Cempaka mengaku hingga kini masih dirahasiakannya.

Atas perbuatannya ini, tim UKL Sabhara Polres Banjarbaru membawa mereka untuk dititipkan ke rumah singgah Berkarakter Dinas Sosial Kota Banjarbaru.

Kepala Dinas Sosial Rokhyat Riyadi menjelaskan pihaknya hanya menerima titipan untuk dilakukan pembinaan bimbingan Psikologi.

"Kami akan bekerjasama dengan Kemenag untuk mendatangkan ustadz untuk diberikan siraman rohani," kata dia.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved