Breaking News:

Berita Kotabaru

Ada Pemasangan Portal Inhutani, Kadishub Kotabaru Turun Langsung ke Lapangan

Mendapat keluhan masyarakat pengguna jalan terkait pemasangan portal dipasang pihak Inhutani, di Desa Selaru, Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kabupaten Ko

Penulis: Herliansyah | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kadishub Kotabaru Sugiannor mengecek jalan dipasang portal Inhutani, karena keluhan masyarakat 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Mendapat keluhan masyarakat pengguna jalan terkait pemasangan portal dipasang pihak Inhutani, di Desa Selaru, Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan memantik reaksi Dinas Perhubungan.

Tindaklanjut keluhan warga, Kadishub Kotabaru Sugiannor, Senin (21/6/2021) lalu bersama jajaran langsung meninjau lokasi dipasangi portal.

Diakui Sugiannor jalan dipasang portal masuk dalam HGU (hak guna usaha) Inhutani lebih kurang 7 kilometer, saat masih aktif beroperasi. Setelah tidak beroperasi lagi, jalan tidak lagi digunakan. Selain beberapa buah jembatan dirobohkan.

Namun atas permintaan masyarakat, jalan tersebut diperbaiki dan dipelihara oleh PT BSS (Bersama Sejahtera Saksi) salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Baca juga: Tribun Papua Resmi Jadi Portal Berita Tribun Network ke-52, Ini Pesan Stafsus Billy Mambrasar

Baca juga: Tabrak Portal Jembatan Alalak II Batola, Pelaku Diminta Memperbaiki

Baca juga: Sempat Error, Hari ini Portal PMB Jalur Seleksi Mandiri ULM Banjarmasin Sudah Bisa Diakses

Baca juga: Bixmo Banjarmasin Portal Tamu Petouring Borneo Asal Sulawesi

Meski demikian, jalan dipelihara PT BSS. Namun perusahaan terbatas menggunakan akses itu, karena banyak digunakan oleh masyarakat.

Terutama masyarakat kecamatan Pulaulaut Timur, masyarakat desa Labuan Mas yang ingin cepat bepergian ke Tanjung Serdang dan wilayah Pulaulaut Tengah.

"Menggunakan jalan itu, hanya dua jam dari Pulaulaut Timur. Kalau lewat jalan utama butuh waktu 4 sampai 5 jam. Sebab jalan itu memotong jalan. Kalau jalan utama kan berputar jalan," terang Sugiannor kepada banjarmasinpost.co.id.

Selain akses terdekat, jalan dijadikan akses ke kebun-kebun oleh masyarakat. Termasuk angkutan CPO masyarakat.

"Diminta masyarakat dipelihara BSS. Sudah dipelihara BSS, jalan kondisi baik. Walau ada sekitar 7 kilometer masuk, dianggap lahan Inhutani," ucap Sugiannor.

Menyayangkan pihak Inhutani memortal jalan tidak berkoordinasi dengan dishub. "Maksudnya apa memportal. Tapi saya dengar-dengar terkait sewa menyewa. Jadi aneh juga," beber Sugiannor.

"Saya akan cari tahu. Sejauh mana terkait persoalan ini," sambung Sugiannor.

Sementara itu, hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi resmi pihal Inhutani.
(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved