Breaking News:

Berita Kalteng

BLK Palangkaraya Ikuti Pelatihan Teknisi Pertanian

BLK Palangkaraya mengirim perwakilannya ikut pelatihan peralatan pertanian Kemenaker dengan Kubota di Semarang. Mendukung program food estate Kalteng.

Penulis: R Hari Tri Widodo | Editor: Alpri Widianjono
KEMENTERIAN TENAGA KERJA RI
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggandeng perusahaan diesel PT Kubota Indonesia untuk memberi pelatihan teknisi pertanian kepada perwakilan BLK dari seluruh Indonesia, di Kubota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggandeng perusahaan diesel PT Kubota Indonesia, untuk memberi pelatihan kepada BLK dari seluruh Indonesia.

Pelatihan digelar di Kubota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/6/2021).

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan, kerja sama tersebut guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih unggul dan kompeten.

Menurutnya, kerja sama ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM tenaga kerja melalui pelatihan dan pembekalan tenaga kerja di tempat industri.

Dari puluhan peserta yang mendapatkan pelatihan, termasuk peserta dari BLK Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

Dalam rilisnya yang diterima BPost, Plt. Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan, Kemenaker, Fauziah, menjelaskan, keterlibatan peserta dari Palangkaraya tak lain adalah bagian dari penguatan kesediaan pangan .

Hal itu terkait erat dengan pembangunan Food Estate yang menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemenuhan pangan dari hulu sampai hilir.

Food Estate yang digagas Presiden Joko Widodo ini tidak lagi menggunakan cara manual tetapi memanfaatkan teknologi modern dan memanfaatkan kecanggihan digital.

Bahkan ditargetkan hasil Food Estate ini bukan hanya untuk memenuhi pasar domestik, tetapi menyasar pasar internasional. 

Saat ini, pengembangan Food Estate ini tengah dilakukan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. 

Sinergi antara berbagai pihak tersebut mulai dari hulu, sistem on farm, sistem hilir hingga distribusi pasar, tentu memerlukan teknisi SDM yang memiliki kemampuan.

Tak hanya itu, ada pula upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan korporasi petani, peningkatan kapasitas dan diversifikasi produksi pangan.

Termasuk, penataan kawasan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian. 

Oleh karena itu food estate akan memerlukan mesin-mesin pertanian untuk mempercepat pengolahan lahan salah. (Hari Tri Widodo/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved