Breaking News:

Opini Publik

Membaca Ibnu Sina Jilid 2

Ibnu Sina memecah mitos yang beredar di kalangan politisi dan publik kota Banjarmasin bahwa Wali Kota Banjarmasin hanya bisa bertahan satu periode

Editor: Eka Dinayanti

Oleh: Zulfaisal Putera, Pemerhati Sosial

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pernyataan Ibnu Sina kepada media (10/12/2020), sehari setelah pencoblosan pemilihan Wali Kota Banjarmasin akhir tahun lalu, bahwa jika dirinya secara resmi diumumkan sebagai pemenang Pilkada Banjarmasin 2020, maka menjadi sejarah baru dan mematahkan mitos jika tidak ada calon incumbent bisa dua periode di Banjarmasin, ternyata bukan sekadar seloroh. Rapat Pleno KPU Kota Banjarmasin (30/5/2021) akhirnya menetapkan pasangan Ibnu Sina- Arifin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih.

Ibnu Sina telah memecah ‘bujang’ mitos yang selama ini beredar di kalangan politisi dan publik kota Banjarmasin bahwa Wali Kota Banjarmasin hanya bisa bertahan satu periode. Tercatat sejak Wali Kota Sofyan Arfan, Midpai Yabani, Yudhi Wahyuni, hingga Muhidin selesai hanya satu periode. Kecuali Yudhi Wahyuni yang tidak terpilih lagi di periode kedua, nama- nama lainnya ada yang disebabkan meninggal dunia, tersangkut kasus hukum, dan tidak mencalonkan diri lagi.

Walaupun pernyataan Ibnu Sina kepada media yang seperti memprediksi tersebut akhirnya benar bisa tercapai untuk meraih periode kedua, tetapi untuk menunggu kepastian nasib itu ternyata tidak mudah. Dibutuhkan penantian selama 172 hari sejak hari Pilkada 9 Desember 2020 sampai penetapan pemenang secara resmi oleh KPU 30 Mei 2021. Selama itu pula, Ibnu Sina harus bersabar mengikuti tahapan politik selanjutnya, dua kali gugatan ke MK oleh kompetitornya dan sekali Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Ibnu Sina memang termasuk tipe pemimpin yang banyak dituntut kesabaran. Ketika akan mencalonkan diri kembali sebagai Calon Walikota Banjarmasin untuk periode kedua Tahun 2021-2024 ini pun, dia justru tidak didukung lagi oleh partai pengusungnya pada periode pertama, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal Ibnu Sina termasuk tokoh yang karir politiknya besar di partai ini dan masih menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai saat itu.

Sinyal-sinyal PKS balik badan dan tidak mengusung lagi Ibnu Sina sudah tampak jauh-jauh hari. Partai yang sekarang berganti warna dasar dari kuning ke orange ini sepertinya mengusung kadernya yang lain, yaitu Mushaffa Zakir. Mushaffa ternyata dititipkan sebagai Calon Wakil Wali Kota kepada Calon Wali Kota Ananda. Ibnu Sina tampak terlihat tenang-tenang saja menghadapi realitas politik ketika itu.

Publik terus membaca apa yang akan dilakukan Ibnu Sina ketika PKS melepaskan dirinya. Sempat muncul isu bahwa nanti pada akhirnya Ibnu Sina-Arifin akan masuk lewat jalur independen. Namun nyatanya, dengan gaya pendekatan yang cenderung dialogis, Ibnu Sina mendapatkan perahu pendukung dari parlemen, yaitu Parta Demokrat, PKB, PDIP, dan di luar itu juga didukung PSI.

Uniknya, walaupun Ibnu Sina-Arifin adalah pasangan terakhir yang mendapat dukungan partai, justru sebagai pasangan pertama yang mendaftarkan diri sebagai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota ke KPU Kota Banjarmasin, pada Jumat (4/9). Jelaslah bagi publik, terutama pendukung setianya, bahwa Ibnu Sina akhirnya ikut Pilkada 2020 melalui jalur partai. Dari sinilah optimisme kemenangan mulai menebal.

Optimisme akan kemenangan Ibnu Sina kembali meraih kedudukan sebagai Wali Kota Banjarmasin Periode Tahun 2021-2024, bukan tanpa sebab. Lima tahun kepemimpinan Ibnu Sina menjadi Wali Kota Banjarmasin di periode pertama 2016-2021 telah memberikan kesan baik bagi masyarakat Banjarmasin. Warga Banjarmasin melihatnya bukan semata dari prestasinya, tetapi dari keseharian sosoknya.

Saya melihat bahwa 89.378 pemilih Ibnu Sina-Arifin hingga memenangkan pertarungan Pilkada 2020 ini adalah pemilih rasional dan emosional.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved