Breaking News:

Berita Banjarbaru

Palsukan Surat Anti Gen, Pemuda Gresik Diancam Empat Tahun Penjara

Beralasan lupa lakukan tes anti gen, TAM (17), warga Perum Puri Safira Regency G6, Meganti, Gresik, Jawa Timur palsukan Surat Anti Gen SARS-CoV2.

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis
Beralasan lupa lakukan tes anti gen, TAM (17), warga Perum Puri Safira Regency G6, Meganti, Gresik, Jawa Timur palsukan Surat Anti Gen SARS-CoV2. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Beralasan lupa lakukan tes anti gen, TAM (17), warga Perum Puri Safira Regency G6, Meganti, Gresik, Jawa Timur palsukan Surat Anti Gen SARS-CoV2.

TAM tertangkap tangan setelah pihak KKP Kelas II Banjarmasin memeriksa surat pemeriksaan yang dibawanya, Minggu (20/6/2021) sekitar pukul 16.20 wita.

Namun, setelah petugas memeriksa ternyata Surat Antigen SARS-CoV2 tersebut palsu. Lalu, TAM yang sedang menunggu di ruang keberangkatan Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Jalan Angkasa Pura, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan pun di panggil melalui layanan infomasi Bandara dan di amankan di ruang KKP.

Kemudian, pihak Bandara langsung menghubungi pihak Polsek Banjarbaru Barat dan memberitahukan perihal itu.

"Saat diamankan dan di intrograsi, yang bersangkutan mengatakan surat tersebut dikeluarkan dari klinik Dr L yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No.88, Kuripan, Banjarmasin," Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Andri Hutagalung.

Baca juga: Belajar Tatap Muka Sejak Agustus , Santri Ponpes Darul Istiqamah Wajib Swab Antigen

Baca juga: Terjaring Operasi Yustisi, Pelanggar Prokes di Pinggiran Palangkaraya Wajib Tes Swab Antigen

Baca juga: Petugas Pelaksana PSU Pilgub Kalsel di Martapura Ikuti Swab Antigen

Baca juga: Pelaksana PSU Pilgub Kalsel 2020 di Kecamatan Martapura Jalani Swab Antigen

Rencananya surat tersebut digunakan TAM untuk keperluan pribadi berangkat ke Surabaya menggunakan pesawat Lion Air, sebab ia mengaku bersekolah di salah satu SMK di sana.

Masih berdasarkan keterangan TAM, surat tersebut diedit saat dirinya tengah berada di Hotel Novotel Banjarbaru melalui handphone dengan contoh surat milik sepupunya.

Surat tersebut, kemudian di cetak melalui percetakan Rahma Jalan A Yani Km 24,3, Liang Anggang, Banjarbaru.

Tindakan tersebut pun di kenakan Pasal 263 Ayat 2 KUHP tentang sengaja memalsukan surat atau dokumen dengan ancaman empat tahun penjara.

Namun, dikarenakan yang bersangkutan masih dibawah umur dan pihak keluarga menjamin akan hadir dan mengikuti proses hukum, TAM pun tidak di lakukan penahanan.
(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved