Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Segera Ambil Alih Pengelolaan Pasar Sudi Rapi

Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) puluhan persil bangunan toko di Pasar Sudirapi Banjarmasin bakal segera berakhir.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Pasar Sudi Rapi Banjarmasin. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) puluhan persil bangunan toko di Pasar Sudirapi Banjarmasin bakal segera berakhir.

PLT Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom Muftezar menerangkan SHGB puluhan persil bangunan toko di Pasar Sudi Rapi ini akan berakhir pada awal Juli 2021.

"Insya Allah SHGB nya akan berakhir 3 Juli 2021," ujarnya, Rabu (23/6/2021).

Terkait dengan akan berakhirnya SHGB tersebut dijelaskan oleh Tezar, rencananya akan dikelola sendiri oleh Pemko Banjarmasin.

Baca juga: Dibuatkan Los Sementara, Begini Reaksi Pedagang Pasar Manuntung Berseri Tala

Baca juga: VIDEO Denyut Ekonomi di Pasar Alabio Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara

Baca juga: Pascapenertiban, Pedagang Ikan Pasar Pelaihari Tala Gundah, Jualan Susah Penghasilan Merosot

Tak heran karenanya saat SHGB nya habis, dipastikan Pemko Banjarmasin pun tidak akan memberikan rekomendasi perpanjangan.

"Hasil rapat kita beberapa hari yang lalu, Pemko Banjarmasin tidak memberikan rekomendasi perpanjangan SHGB untuk 38 persil bangunan toko yang ada disana dan Insya Allah ke depan kota akan melakukan pengelolaan sendiri," ujarnya.

Ditambahkan oleh Tezar, pengelolaan sendiri yang dimaksud adalah dengan memberlakukan sistem retribusi kepada para pedagang yang selama ini menggunakan bangunan toko disana.

"Kita prioritaskan pedagang yang ada disana untuk tetap menempatinya, dengan surat perjanjian. Dan mereka diwajibkan membayar retribusi setiap bulan," jelasnya.

Masih terkait rencana penerapan retribusi tersebut, Tezar juga menerangkan bahwa pihaknya pun sedang menyusun regulasinya.

"Sedang kita siapkan regulasinya. Dan kita pun juga berencana menurunkan kelas Pasar Sudi Rapi dari A menjadi D, dengan harapan pedagang tidak keberatan dengan besaran retribusinya," katanya.

Dengan melakukan pengelolaan secara mandiri ini lanjut Tezar, diharapkan juga akan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Mudah-mudahan ini meningkatkan PAD kota Banjarmasin khususnya dari penerimaan pasar," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved