Breaking News:

Berita Kotabaru

Petani Sungai Limau Kotabaru Panen Secara Manual, Berharap Ada Bantuan Mesin Panen

Petani Kecamatan Pulaulaut Timur khususnya di Desa Sungailimau, berharap ada bantuan alsintan (alat mesin pertanian) dari Pemerintah Daerah melalui in

Penulis: Herliansyah | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinopost.co.id/Helriansyah
Petani Desa Sungailimau, Kecamatan Pulaulaut Timur, panen padi secara manual. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Petani Kecamatan Pulaulaut Timur khususnya di Desa Sungailimau, berharap ada bantuan alsintan (alat mesin pertanian) dari Pemerintah Daerah melalui instansi terkait.

Harapan adanya bantuan alsintan, terutama alat khusus memanen padi (combine). Kebanyakan petani melakukan panen secara manual, menggunakan arit.

Hal itu diungkapkan Gazali, salah satu petani yang juga Ketua Kelompok Tani di Desa Sungailimau. Menurut dia, tidak adanya alat panen dimiliki petani berencana mendatangkan alat dari Tanahbumbu.

"Kami datangkan alat panen, apabila musim panen tahun ini tidak terkaper," ucap Gazali kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Petani Millenial Kabupaten Tapin Jadi Model di Webinar Nasional UMKM YDBA

Baca juga: KTNA Diharapkan Jadi Sarana Konsolidasi Petani Kalteng Mempromosikan Hasil Pertanian

Baca juga: Tutup Jalan Angkutan Kelapa Sawit PT HCT, Petani Plasma Desa Tatakan Tapin Sampaikan 3 Tuntutan

Baca juga: Giat TNI di Desa Tanjung Tala Legakan Hairani, Ratusan Ribu Dapat Dihemat Petani Kecil Ini

Ditambahkan Gazali, inisiatif mendatangkan alat mesin panen milik pribadi salah seorang pengusaha dari Tanahbumbu.

Jika sebelumnya, pernah mendatangkan alat panen dari Sulawesi dengan sistem upah. Dalam enam karung gabah dipanen, satu karung untuk pemilik alat.

Sedangkan bahan bakar (BBM) mengoperasikan alat panen ditanggung oleh pemilik. "Cuman rencana mendatangkan alat dari Tanahbumbu ini belum tahu seperti apa sistemnya," sambung Gazali.

"Tapi kami dengar-dengar kabar, kalau yang dari Tanahbumbu itu pakai duit. Perkarungnya 10 kilo, Rp 25 ribu," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Petanian Kotabaru Ir Hairuddin saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan agar petani atau melalui kelompok mengajukan proposal permohonan bantuan mesin panen.

Menurut Hairuddin, pengajuan proposal nantinya akan disampaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan).

"Diterima atau tidak permohonan tergantung kementerian. Kita hanya menyampaikan yang diminta petani. Tapi, kami tetap memperjuangkan apa yang diminta petani," tandasnya.
(Banjarmasinopost.co.id/Helriansyah).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved