Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Pilkada Kalsel 2020, Enam Dalil Gugatan Denny Indrayana Disebut Tim BirinMu Tak Ada Faktanya

Pilkada Kalsel 2020. Tim BirinMu mengatakan tidak ada laporan atau temuan terkait tuduhan Denny Indarayana terjadi kecurangan dan politik uang.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Pilkada Kalsel 2020. Tim BirinMu di GSign Hotel Banjarmasin, tempat KPU menggelar rapat pleno penetapan hasil akhir pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan dengan perolehan suara terbanyak diraih pasangan Sahbirin Noor-Muhidin (BirinMu), Kamis (17/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pilkada Kalsel 2020. Enam dalil gugatan paslon gubernur nomor urut 02 H Denny Indrayana -H Difriadi (H2D) diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Namun, tuduhan terhadap paslon nomor urut 01 H Sahbirin Noor-H Muhidin (BirinMu) melakukan kecurangan, dibantah oleh tim hukum BirinMu.

Kuasa hukum BirinMu, Andi Syafrani, saat dihubungi, Rabu (23/6/2021), secara khusus pihaknya akan menjawab dalil tuduhan tersebut di persidangan nanti.

Namun ia memastikan bahwa semua tuduhan Denny Indrayana itu tidak ada faktanya.

Baca juga: Pilkada Kalsel 2020, Denny Indrayana Sampaikan Enam Dalil Gugatan ke Mahkamah Konstitusi

Baca juga: Pj Gubernur Kalsel Minta Bupati dan Wali Kota Batasi Perjalanan Dinas Pegawai

Baca juga: Sertijab dengan Pj Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina Lepas Cincin dan Pasangkan di Jari Fydayeen

Baca juga: Tabrakan dengan Tugboat, KM Kirana IX Berhasil Merapat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

"Tidak ada pula ada laporan atau temuan terkait itu, baik oleh Bawaslu ataupun pihak masyarakat lainnya. Apalagi di tengah situasi sekarang di mana keterbukaan dan partisipasi warga sangat terbuka dengan gampangnya rekaman video atau gambar diposting, tapi hingga kini tidak ada tuduhan itu di-posting atau ditemukan warga,"  jelasnya.

Bisa jadi, tambah Syafrani, itu hanya imajinasi tim H2D dan dijadikan alasan pembenar atas kekalahan pada pilkada.

"Yang jelas, Denny membuat tuduhan yang bernuansa fitnah terhadap warga Kalsel di wilayah PSU seakan semua warga itu memilih karena uang.  Bagaimana dengan pemilihnya sendiri," tambahnya.

Permintaan Denny Indrayana yang meminta MK agar menghapus seluruh suara dari hasil PSU, tambah Syafrani , juga menunjukkan bahwa Denny Indrayana tidak peduli suara rakyat tapi hanya peduli akan kemenangan dirinya pada Pilgub Kalsel ini.

"Kita lihat saja nanti persidangan di MK. Kami hanya mengingatkan jangan sampai terulang adanya dugaan bukti palsu seperti sidang kemarin. Ini menciderai proses hukum dan merusak tatanan hukum," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved