Berita Banjarbaru
Prediksi Kemarau Pada Juli-Agustus-September, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla
Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin mengingatkan ancaman karhutla saat kemarau yang diprediksi terjadi sejak Juli-Agustus-September
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski sering diguyur hujan, namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel di Banjarbaru mendcatat jumlah titik panas sendiri dalam bulan Juni ini terhitung cukup banyak.
Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin melalui Prakirawan Rizqi Nur Fitriani menjelaskan, titik panas terutamanya di wilayah Kab Tanah Laut, Tabalong, Banjar, dan Tanah Bumbu.
Untuk prediksi wilayah berdasarkan tingkat kemudahan terbakar pada seminggu kedepan secara umum masih berkisar dalam tingkat low (aman) hingga moderate (tidak mudah).
Kondisi ini didukung dengan prakiraan cuaca mingguan yang telah BMKG buat yaitu masih adanya potensi hujan berdurasi singkat dengan disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
Baca juga: Polsek Haruai dan Petugas Gabungan Kembali Gelar Patroli Terpadu Cegah Karhutla
Baca juga: Karhutla di Kecamatan Lampihong, Api Lahab Kurang Lebih Dua Hektar Lahan
Baca juga: Antisipasi Bahaya Karhutla, KPH Tabalong Sudah Aktifkan Posko Siaga Pengendalian Sejak Maret
Namun perlu diwaspadai untuk wilayah Utara (dilihat dari sisi faktor cuaca) dimana secara umum cuaca diprediksi cerah berawan hingga berawan dan berpotensi hujan ringan.
Prediksi puncak terjadinya karhutla dapat terjadi dalam bulan bulan musim kemarau yang telah diprediksi oleh bidang Klimatologi yakni di wilayah Kalimantan Selatan terjadi pada bulan Juli - Agustus - September.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/karhutla-terjadi-di-banjarbaru.jpg)