Breaking News:

Tajuk

Corona Belum Berakhir

Dilihat jumlah kasus, di Kalsel angka penambahan kasus Covid-19 cenderung melandai

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Angka penambahan kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan cenderung melandai. Data Gugus Tugas Covid-19 Kalsel per Kamis (24/6/2021) penambahan kasus positif corona ‘hanya’ sebanyak 39 orang. Pada Jumat (25/6/2021), jumlah kasus positif Covid-19 di Kalsel bertambah 56 orang.

Jadi total kasus positif di Kalsel menjadi 35.779 orang, sembuh 34.042 orang, dirawat 679 orang, meninggal 1.058 orang, dan suspek 118 orang, sejak terdeteksi 2020 lalu.

Dilihat jumlah kasus, di Kalsel angka penambahan kasus Covid-19 cenderung melandai. Apalagi dibandingkan dengan provinsi di Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur terjadi ledakan angka positif Covid-19. Kalsel memang relatif lebih ‘aman’. Virus Covid-19 varian Delta juga belum terdeteksi ada di Kalsel.

Namun, tidak berarti kewaspadaan masyarakat pada bahaya virus corona menjadi menurun pula. Bukan tak mungkin, jika protokol kesehatan sudah diabaikan, kemudian masyarakat menganggap Corona telah berlalu, maka hal itu menjadi sebuah kesalahan besar.

Melihat kerja pemerintah secara global menangani pandemi Covid-19, rasanya sudah cukup memadai. Sosialisasi ke masyarakat baik langsung maupun melalui media sosial cukup gencar. Program vaksinasi pun masih terus berjalan.
Pemerintah sudah cukup optimal bekerja. Walaupun, kekurangan di sana sini masih terlihat. Tapi, wajar saja karena pandemi ini urusan yang ribet. Harus melibatkan segenap sektor pemerintahan, bukan instansi kesehatan saja. Begitu pula anggaran yang tidak sedikit.

Sorotan utama sebenarnya lebih kepada masyarakat. Entah mengapa, masyarakat Indonesia dewasa ini cenderung terbelah dalam menyikapi suatu persoalan. Termasuk soal apa dan bagaimana pandemi Covid-19 ini. Makanya, meminjam istilah yang disebutkan Ustadz Adi Hidayat saat bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa hari lalu, di situasi darurat seperti pandemi Covid-19 ini, manusia dikelompokkan dalam empat golongan. Golongan berpikir, golongan salah pikir, golongan tidak mau berpikir, golongan harus dipikirkan. Salah satu dari 4 golongan itu mungkin mendominasi cara berpikir di masyarakat Indonesia.

Meskipun demikian, bukan berarti semua orang Indonesia demikian adanya. Sangat diyakini, masih ada yang bersikap positif dan bersemangat untuk berbuat baik bagi negeri. Termasuk bersama melawan Covid-19 ini. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved