Berita Kotabaru

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotabaru Sebut TPST Bagian dari Program KotaKu

Pembangunan TPST di Desa Megasari menurut Waket Komisi III DPRD Kotabaru Gewsima Mega Putra bagian dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Desa Ramp

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotabaru, Gewsima Mega Putra. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU -  Pembangunan TPST)'>Tempat Pengolahan Sampah Terpadu ( TPST) di Desa Megasari, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi perbincangan warganet.

Pembangunan TPST tersebut dananya bersumber dari bantuan Bank Dunia senilai Rp 42 miliar lebih.

Hal itu menjadi perhatian Waket Komisi III DPRD Kotabaru Gewsima Mega Putra.

Dia menjelaskan, pembangunan TPST tersebut satu bagian dari program besar, yaitu pembangunan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dipusatkan di Desa Rampa Kotabaru.

Baca juga: Warga Minta Wilayah Gelap di Kotabaru Segera Dipasangi PJU

Baca juga: Tiga Tersangka Perampokan Sadis di Kotabaru Dibekuk Petugas, Akui Belajar Rakit Senpi dari YouTube

Sedangkan TPST dibangun di Desa Megasari, jelas Putra, karena Pemkab Kotabaru memiliki aset berupa lahan untuk pembangunan tersebut.

Selain penempatan lokasi pembangunan TPST di Desa Megasari, karena disetujui masyarakat. Sebab, TPST hanya wadah pengolahan sampai bernilai ekonomis. 

Setelah sampah dipilah, kemudian dibawa ke Tempat Pembuang Akhir (TPA) di Sungup, Kecamatan Pulaulaut Tengah. "Jadi, itu poinnya. Bukan permasalahan di gunung ( TPST)," terang Putra.

Oleh karena itu, ia memohon kepada masyarakat agar tidak menjadikan isu hangat atau permasalahan. Karena, untuk mendapatkan bantuan dari Bank Dunia susah.

Baca juga: Proyek Jalan Tanjung Seloka-Berangas-Kotabaru Dimulai, Kades Sejakah Berharap Selesai Tepat Waktu

Baca juga: Kepala Dishub Kabupaten Kotabaru Tidak Tahu Ada Proyek Bundaran Dekat Kantor Pemkab

"Kami bisa mendapat bantuan Bank Dunia karena ada relasi, anak Kotabaru yang bekerja di Bank Dunia, setelah melalui proses negosiasi," jelasnya. 

Pembangunan yang ada, lanjut dia, hanya menginginkan Kabupaten Kotabaru ke depan menjadi lebih baik.

"Dan, kita (daerah) hanya diminta membuat perencanaan yang matang. Bagus jalurnya, hingga teman-teman dari kementerian turun ke lapangan," pungkasnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved