Breaking News:

Berita HST

Jalan Labunganak Kabupaten HST Rusak Dilewati Angkutan Berat, Warga Pun Dirugikan

Jalan desa yang terhubung ke Ilung, Muara Rintis, Kota Barabai dan Kabupaten Balangan Kabupaten HST mengalami kerusakan parah. Mirip jalur offroad.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
APARAT DESA LABUNGANAK
Jalan rusak di Desa Labunganak, Kecamatan Batangalai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Jalan Rusak parah terjadi di ruas Jalan Desa Labuanganak, Kecamatan Batangalai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.

Sejak dijadikan jalan alternatif ketika proyek pembangunan jembatan di jalan nasional Muara Rintis dikerjakan dan sampai sekarang belum selesai,.

Jalan desa yang terhubung ke Ilung, Muara Rintis, Kota Barabai dan Kabupaten Balangan tersebut kini mengalami kerusakan parah. Mirip jalur offroad.

Kondisi tersebut merugikan masyarakat, karena sebelum menjadi jalan alternatif yang dilintasi mobil angkutan berat, kondisi jalan mulus beraspal.

Baca juga: Tawarkan Berkemah di Putimus, Peserta Dikenalkan Budaya dan Kuliner Papagaran Kabupaten HST

Baca juga: Narkoba Kalsel, Miliki 0,25 Gram Sabu, Warga Banua Binjai HST Tertangkap di Halaman Rumah Kontrakan

“Sekarang, warga harus bersusah payah melintasi jalan tersebut, khsususnya setelah turun hujan,” kata Kepala Urusan Umum dan Perencanan Desa Labunganak, Arpani, kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (27/6/2021).

Dijelaskan, saat aparat desa membuat laporan pada proposal yang diajukan ke Dinas PUPR HST pada Mei 2021 lalu, Jalan Rusak dan berlubang-lubang hanya 100 meter.

“Sekarang sudah 500 meteran, dari RT 1 sampai tiga juga sudah ada yang retak-retak. Untuk jalan yang rusak sekitar 500 meter, kini seperti jalur offroad. Padahal sebelumnya mulus beraspal,” kata Arpani.

Upaya meminta perbaikan dan pengerasan pun dilakukan pemerintahan desa.

Baca juga: Rencanakanan Bangun Jembatan Gantung, Warga Desa Baru HST Minta Dukungan TNI dan Swasta  

Baca juga: Penganiayaan di Kalsel, Setelah Bacok Korban saat di Warung, Warga Desa Awang HST Menyerahkan Diri

Pada Jumat pekan lalu, kata Arpani, aparat desa bersama Kades datang ke Dinas PUPR HST dengan harapan perbaikan dimasukkan dalam APBD perubahan 2021.

Pihak Dinas PUPR HST, kata Arpani  tak bisa menjanjikan karena penganggaran APBD 2021 sudah selesai.

“Harapan kami, paling tidak dilakukan pengerasan dulu. Karena percuma diperbaiki selama angkutan berat lalu lalang dan jembatan Muara Rintis belum selesai,” ulas dia.

Kondisi ini tak hanya merugikan warga Desa Labuanganak HST yang aksesnya terganggu, khususnya para penyadap karet, tapi  juga warga desa lainnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved