Berita Tanahlaut

Huni Rumah Reot, Janda Miskin di Desa Pulausari Kabupaten Tanahlaut Terharu Kediamannya Direnovasi

Bupati HM Sukamta dan Wabup Abdi Rahman beserta Kepala Desa Pulausari Mat Ansyari terenyuh ketika datang ke kediaman rumah warga miskin tersebut

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
DISKOMINFO TALA
Beginilah kondisi rumah yang dihuni Nursimah di Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang. Rumahnya saat ini sedang direnovasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kegiatan Manunggal Tuntung Pandang yang rutin dilaksanakan Pemkab Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tiap akhir pekan tak sekadar meneguhkan semangat gotong-royong.

Lebih dari itu juga menajamkan empati sosial.

Seperti pada pelaksanaan Manunggal Tuntung Pandang di Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang, Jumat dan Sabtu kemarin, setidaknya ada satu unit rumah yang menjadi perhatian khusus dan diputuskan akan segera direnovasi.

Rumah tersebut dihuni Nursimah bersama seorang anak laki-laki bungsunya.

Baca juga: Pelaihari Kembali Dominasi Pasien Fasyansus Covid-19 Tala, 23 Pekerja Tambang Masih Jalani Perawatan

Baca juga: Tim Alfamart Berikan Pelatihan kepada Pelaku UMKM di wilayah Tanahlaut

Kondisi bangunan rumah kayunya tampak mulai rapuh dan reot.

Bagian atapnya pun compang-camping, begit pula dindingnya yang sebagian dilapisi kain.

Bupati HM Sukamta dan Wabup Abdi Rahman beserta Kepala Desa Pulausari Mat Ansyari pun terenyuh ketika beranjangsana ke kediaman rumah warga miskin tersebut, Sabtu kemarin.

Bupati Tala HM Sukamta (kiri) bersama Wabup Abdi Rahman (Kanan) berbincang dengan Nursimah saat meninjau rumah janda buruh tani itu, Sabtu (26_6).
Bupati Tala HM Sukamta (kiri) bersama Wabup Abdi Rahman (Kanan) berbincang dengan
Nursimah saat meninjau rumah janda buruh tani itu, Sabtu (26_6). (DISKOMINFO TALA)

Data pada Pemerintah Desa Pulausari, Nursimah merupakan warga RT 1 RW 1 (Dusun 1).

Sekitar lima tahun silam sang suami meninggal karena sakit.

Memiliki tiga orang anak yang seluruhnya laki-laki.

Satu anak telah menikah dan hidup di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), satu lagi meninggal dalam kecelakaan lalu lintas setahun lalu.

Baca juga: Geledah Warung Penjual Miras, Petugas Polsek Banjarbaru Barat Sita Puluhan Botol Minuman Beralkohol

Tersisa satu orang anak (bungsu) berusia 11 tahun yang kini bersama Nursimah.

Anak bungsu Nursimak itu pun putus sekolah karena faktor biaya selain minat sekolah yang juga lemah.

Kemampuan ekonomi Nursimah memang lemah karena tak punya tanah untuk bertani dan hanya mengandalkan hasil sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan hidup.

"Karena itu bu Nursimah kami prioritaskan mendapat bantuan untuk renovasi rumah. Juga kami masukkan sebagai penerima bantuan PKH," ucap Kades Pulausari Mat Anyari kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (28/6/2021).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved