Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Gerakan Ekonomi Masyarakat, Tanahlaut Genjot Pengembangkan Lima Destinasi Wisata Lokal

Bupati Tanah Laut, Sukamta mengatakan ada lima obyek wisata yang terus digarap dan diharapkan bisa berkembang hingga menjadi kekuatan ekonomi lokal. 

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Wisata Kuliner pinggir Danau Pelaihari Kabupaten Tanahlaur, Kalsel, Senin (29/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap daerah punya sumber daya alam masing-masing yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan perekonomian masyarakat dan pendapatan bagi pemerintah berupa pajak dan retribusi untuk pembangunan daerah. 

Sebagaimana Kabupaten Tanah Laut yang sumber daya alamnya menjadi obyek wisata  dan menjadi destinasi bagi pelancong yang tidak hanya datang dari seantero Kalimantan Selatan tapi juga provinsi tetangga, Kalimantan Tengah dan Timur. 

Bupati Tanah Laut, Sukamta, menjelaskan, ada lima obyek wisata yang terus digarap dan diharapkan bisa berkembang hingga menjadi kekuatan ekonomi lokal. 

"Lima obyek wisata tersebut yaitu wisata pantai, wisata gunung, wisata agro, wisata buatan, wisata religi. Semua punya potensi masing-masing. Dan obyek wisata itu dipersilakan untuk dikelola swasta," ujarnya. 

Baca juga: Menunjang Fasilitas Wisata Sungai Luar Kabupaten Banjar, Dishut Kalsel Gandeng Provider Pasang BTS

Baca juga: Bermalam di Kampung Pupuh Tabalong, Anak Muda Slowmo Gelar Baksos dan Gali Potensi Wisata

Baca juga: Wisata Kalteng, Kebun Buah Cipta Rasa Palangkaraya, Pengelola Berharap Bantuan Infrastruktur

Lanjut Sukamta, ada 30 obyek wisata tersebut dan pemerintah mempercayakan pada pihak swasta agar masyarakat juga bisa tumbuh ekonominya. Sedangkan pemerintah perannya hanya regulasi, fasilitasi, promosi, motivasi.

"Masing-masing obyek wisata punya keunggulan, karakteristik dan didesain dengan segmen berbeda satu sama lain. Contoh wisata pantai Takisung, sekarang dibikin beda desain dan segmen dengan pantai Batakan," ungkap Sukamta. 

Infrastruktur di pantai Takisung didesain untuk masyarakat secara umum. Berbeda dengan Batakan khususnya pantai Batakan Baru yang didesain untuk kalangan milenial, insfrastruktur di sana dibangun spot selfie yang sesuai tren kekinian yaitu eksis di dunia maya. 

Kemudian wisata mangrove pantai, wisata kuliner di Bati-Bati. Semua dibuat agar segmen pasarnya banyak dan wisatawan pun banyak pilihan.

"Kami juga berupaya agar wisatawan lokal, nasional bahkan internasional tidak hanya menikmati obyek dalam sehari, tapi mereka bisa menginap dua-tiga hari. Makanya kami siapkan wisata malam, menjawab tantangan dan tren saat ini. Dengan begitu masa kunjungan lebih lama," papar Sukamta. 

Wisata alam yang sedang disiapkan antara lain Air Terjun Balandaras. Ini lebih besar dari Air Terjun Bajuin. Obyeknya didesain agar sensasinya berbeda, di antaranya antar jemput pengunjung dengan angkutan kendaraan antik atau kuda. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved