Berita Banjarmasin

Pemprov Kalsel Usulkan Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin Dibangunkan Fly Over

Pemprov Kalsel kembali mengusulkan pembangunan fly over ke dua di Banjarmasin.

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjamasinpost.co.id/edi nugroho
Ilustrasi - Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah pembangunan fly over Jalan A Yani kilometer 3 Banjarmasin, Pemprov Kalsel kembali mengusulkan pembangunan fly over ke dua di Kalsel di Banjarmasin.

Kasi Bina Teknik Jalan dan Jembatan Bidang Binamarga Dinas PUPR Kalsel, Isma Agrianti mengatakan, pihaknya mengusulkan agar Banjarmasin dibangun lagi sebuah fly over. 

"Kita usulkan di persimpangan Jalan Pangeran Antasari karena di sana kalau pagi dan sore hari biasanya terjadi kepadatan kendaraan," ujarnya. 

Selain pembangunan fly over pihaknya juga meminta agar dilakukan penanganan berupa pelebaran dan perbaikan jalan di ruas Jalan Gatot Subroto dan jalan utama Sungai Andai.

Baca juga: Pikap Bermuatan Minuman Kemasan Terbalik di Fly Over Banjarmasin, Sopir Malah Kabur

Baca juga: Gagalkan Aksi Terjun dari Fly Over Banjarmasin, Polwan Ini Dapatkan Penghargaan

"Memang paling banyak penanganan ada di Kota Banjarmasin, pelebaran dan perbaikan jalan di Banjarmasin saja ada beberapa," tambahnya.

Usulan pembenahan di Banjarmasin tersebut, menurutnya, dilakukan atas hasil kajian khusus untuk penanganan jalan yang menghubungkan wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, dan Barito Kuala dan Tanah Laut (Banjarbakula).

Berdasarkan hasil kajian itu, jalan di wilayah Banjarbakula diprediksi mengalami kemacetan parah atau crowded pada 2034 apabila tidak ada penanganan sama sekali. 

"Oleh karena itu, dalam kajian ada beberapa penanganan yang harus dilakukan agar lalu lintas di Banjarbakula tetap lancar," katanya.

Selain di Banjarmasin, dia menyampaikan Jalan Gubernur Syarkawi yang menghubungkan Barito Kuala menuju Banjar dan Banjarbaru juga perlu diperbaiki. Pasalnya warga Kalimantan Tengah apabila mau ke Bandara Syamsudin Noor juga melewati Jalan Gubernur Syarkawi.

"Jadi jalan itu memang perlu dilebarkan dan diperbaiki supaya tidak terjadi kemacetan," paparnya. 

Kemudian, dalam kajian juga menyebutkan bahwa Jalan Martapura Lama yang menghubungkan Banjarmasin dan Kabupaten Banjar juga perlu diperbaiki. 

"Karena jalan ini jadi alternatif Jalan A Yani, bagi masyarakat dari Banjarmasin mau ke Banjar," imbuh Isma. 

Ruas jalan terakhir yang perlu penanganan kata dia ialah Jalan A Yani yang menghubungkan Banjarbaru dan Tanahlaut.

Dalam beberapa tahun ke depan menurutnya arus lalu lintas di jalan ini nantinya semakin padat apabila ibu kota negara sudah pindah ke Kaltim. 

Baca juga: Penyelesaian Akses Fly Over A Yani ke Gubernur Subarjo Banjarmasin Tersisa 1 Kilometer

"Sehingga kita berharap pemerintah pusat dapat menangani jalan yang menjadi kewenangan mereka," ujarnya. 

Sedangkan untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, dia menyebut penanganan akan dimulai pada tahun ini.

"Tergantung anggaran. Kalau tidak cukup maka diundur ke tahun berikutnya," sebutnya. 
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved