Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pengusaha Travel Banjarmasin Ini Kandangkan 11 Mobil Gegara Wajib Suket Negatif Covid-19

Pemilik jasatravel di Banjarmasin minta Pemprov Kalteng agar sediakan gratis pemeriksaan tes Covid-19, supaya tidak memberatkan usahanya.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Foto Dishub Kota Palangkaraya
ILUSTRASI - Petugas pos jalur darat antar kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah memeriksa dokumen sopir angkutan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengusaha Jasa travel, Hasan, mengaku keberatan dengan kebijakan pemberlakukan masuk Kalimantan Tengah harus rapid antigen dan menunjukkan surat negatif Covid -19.

"Kebijakan itu terlalu arogan dan memberatkan. Kalau bisa yang murah saja pendeteksi Covid-19, semisal GeNose,  sehingga bisa ringan bagian usaha travel. Sebab kalau biaya swab atau rapid antigen, mahal soalnya," kata dia kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (29/6/2021).

Seharunya, kata dia, diberikan kelonggaran dan diberikan solusi. "Atau, kasih gratis untuk sopir, tes di tempat,"  imbuhnya.

Baca juga: Tes RT-PCR Masuk Kalteng Dinilai Pengusaha Jasa Pengiriman di Banjarmasin Sangat Memberatkan

Baca juga: Cegah Lonjakan Covid-19, Gubernur Wajibkan Orang Masuk Kalteng Sertakan Suket Negatif PCR

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 1 Meninggal, Positif 55 Orang, 70 Pasien Sembuh

Dijelaskan dia, pengalaman sebelum-sebelumnya, sudah pernah sampai harus mengandangkan 11 mobil Jasa travel nya. Tidak  ke Kalteng. Sebabnya karena harus menunjukkan surat keterangan wajib antigen ini.

Diketahui, Pemprov Kalteng memberlakukan pengetatan aturan keluar masuk orang atau pengguna moda transportasi jalur darat dan udara.

Selain itu, bagi yang ingin masuk Kalteng, wajib negatif Covid-19 yang dibuktikan dengan surat keterangan (suket) resmi.

(Banjarmasinpost /Nuholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved