Breaking News:

Wabah Corona di Kalteng

Dewan Dukung Pengetatan Pintu Masuk Cegah Covid-19 Varian Delta Masuk Kalteng

Anggota Dewan Kalteng mendukung pengetatan untuk warga Kalteng yang keluar masuk melalui jalur udara dan laut wajib sertakan hasil PCR

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Pelabuhan Sampit 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Keluarnya Surat Edaran Gubernur Kalteng nomor 443.1/107/ Satgas Covid-19 tentang peningkatan upaya penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) dan percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kalimantan Tengah mulai diberlakukan sejak, Senin (28/6/2021) hingga 14 hari kedepan.

Surat edaran tersebut, terus disosialisasikan kepada masyarakat di Kalimantan Tengah oleh Satgas penanganan Covid-19 dan instansi terkait.

Satgas juga melakukan pengetatan, warga Kalteng yang keluar dan masuk melalui jalur udara dan laut wajib menyertakan Surat Keterangan Negatif Covid-19 hasil pemeriksaan PCR.

Sedangkan kendaraan darat mobil pribadi dan travel yang masuk ke Kalteng di perbatasan diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif pemeriksaan PCR atau Antigen.

Baca juga: Pakai Akun Palsu Menggaet dan Memoroti Uang Cowok, Cewek 20 Tahun Ini Dilaporkan ke Polda Kalteng

Baca juga: Tes RT-PCR Masuk Kalteng Dinilai Pengusaha Jasa Pengiriman di Banjarmasin Sangat Memberatkan

Kebijakan ini didukung oleh kalangan DPRD Kalteng.

"Saya sebagai anggota dewan sangat mendukung kebijakan Gubernur Kalteng. Surat edaran sudah saya baca bagi saya itu sudah baik," ujar Lohing Simon, anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Rabu (30/6/2021).

Dia mengatakan, kondisi virus corona varian baru yang menyebar di Jakarta dan Pulau Jawa sudah mengkhawatirkan, sudah selayaknya pengetatan pintu masuk ke Kalimantan Tengah.

Baca juga: Pendaftaran CPNS Kalsel Belum Bisa Diakses, Formasi Lengkap Banjarbaru Tunggu Tandatangan Wali Kota

Baca juga: Kekurangan Pegawai, Pemkab Tanahlaut Rencanakan Lebur Lima SKPD

"Kita melakukan upaya antisipasi sejak dini, karena Kalteng selama ini terbuka rawan sekali virus varian baru itu masuk," ujarnya.

Senada diungkapkan tokoh Kotawaringin Timur, Muhammad Gumarang, pengetatan pintu masuk ke Kalteng memang saatnya dilakukan.

"Sampit rawan masuk lewat kapal laut atau bandara, ini yang harus diperketat," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id/faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved