Breaking News:

Berita Kalteng

Pelajar SMA di Palangkaraya Dikenalkan Peran dan Fungsi Museum Lewat Kegiatan Belajar Bersama

Kegiatan Belajar Bersama agar pelajar dan mahasiswa Palangkaraya mengerti peran dan fungsi museum serta benda-benda bernilai sejarah

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kepala Dinas Pariwisata Kalteng, Guntur Talajan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sejumlah pelajar SMA di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengikuti Kegiatan Belajar Bersama (KBB) untuk tingkat SMA/SMK/ sederajat dan mahasiswa yang ada di Palangkaraya.

Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui unit pelaksana teknis (UPT) Museum Balanga di Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya.

Kegiatan berlangsung di halaman terbuka di depan gedung Etnografi Museum Balanga, Palangkaraya, dalam rangka memberikan wadah bagi generasi muda untuk belajar, berkreativitas dan memotivasi diri untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah.

Nurliawati, salah satu siswi yang ikut kegiatan tersebut, menyambut baik digelarnya kegiatan belajar bersama.

Baca juga: Kalteng Perketat Penjagaan di Pintu Masuk, Dishub Palangkaraya Awasi Tujuh Dermaga

Baca juga: Pusat Gelontor Rp600 Miliar Tingkatkan Infrastruktur Jalan Kawasan Food Estate Kalteng

Dia memandang kegiatan tersebut menambah wawasan tentang upaya museum dalam menjaga adat, budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah.

Kepala UPT Museum Balanga Palangkaraya, Hasanudin, Rabu (30/6/2021) menjelaskan, kegiatan belajar bersama yang mereka gelar, sebagai upaya agar pelajar dan mahasiswa mengerti peran dan fungsi museum serta benda-benda koleksi museum yang bernilai sejarah.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut akan dilkukan secara rutin.

Baca juga: Sajam Kalsel, Ribut Masalah Hutang Hingga Bawa Belati, Tiga Pria Diamankan

Baca juga: Razia Lapas Karang Intan, Handphone Hingga Sajam Rakitan Disita Petugas Gabungan

“Kegiatan diikuti sejumlah perwakilan SMA sederajat dan mahasiswa, serta digelar pada ruang terbuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan, mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran kebudayaan adat Dayak, serta pelestariannya agar tetap eksis tidak tergerus zaman.

"Ini juga bagus tentunya menjadi sarana promosi kepariwisataan di Kalteng," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved