Breaking News:

Berita Kapuas

Belum Kantongi Izin Kepolisan, Ratusan Mahasiswa di Palangkaraya Tetap Gelar Demo

Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Palangkaraya Kalimantan Tengah, dan sejumlah organisasi kemasyarak

Penulis: Fathurahman | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id / faturahman
Aksi mahasiswa menuntut Ketua KPK agar diganti setelah adanya pemberhentian puluhan karyawan KPK yang menyebabkan lembaga tersebut saat ini semakin melemah. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Palangkaraya Kalimantan Tengah, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), Jumat (2/7/2021) sore menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kalimantan Tengah di Jalan S Parman Palangkaraya.

Para mahasiswa ini saat melakukan aksi terkesan secara dadakan karena tidak ada izin dari pihak kepolisian.

Informasi terhimpun, mereka sudah membuat permohonan untuk melakukan aksi tetapi karena ditolak oleh pihak kepolisian akhirnya tetap nekat melakukan aksi tanpa izin.

Salah satu masiswa, bernama Rizki saat dimintai komentarnya, mengatakan, pihaknya turun ke jalan melakukan aksi di depan Gedung DPTD Kalteng, karena merasa resah dengan semakin melemahnya kinerja KPK setelah puluhan pegawainya diberhentikan.

Baca juga: Tim Pakar Penanggulangan Covid-19 ULM Sorot Demo Mahasiswa Kalsel, Taufik Arbain : Bermasker!

Baca juga: Demo Save KPK Jilid Tiga, Mahasiswa Teriakkan Nama Ketua DPRD Kalsel

Baca juga: Bubar Diguyur Hujan, Aksi Demo Save KPK Mahasiswa di Banjarmasin Berakhir Setelah Magrib

Baca juga: Demo Forum BEM Se-Kalsel di Banjarmasin Sempat Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Terluka

Sebab itulah, katanya, meskipun saat ini masih masa pandemi pelaksanaan aksi tetap dilakukan. Soalnya mahasiswa dari berbagai kampus mempunyai keresahan yang sama untuk menyuarakan soal pelemahan KPK sehingga tetap melakukan aksi tersebut.

"Kami ini melakukan aksi tetap mematuhi protokol keaehatan, semua mahasiswa yang melakukan demo memakai masker, sehingga kami tidak takut untuk menggelar aksi ini. Bahkan, jika aksi kami tidak disikapi kami akan turun dengan jumlah yang lebih banyak lagi," ujarnya.

Sementara itu,Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Dwi Tinggal Jaladri, saat di konfirmasi terkait aksi unjukrasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Kalteng tersebut menegaskan, pihaknya sudah menolak permohonan mereka untuk melakukan aksi tetapi ternyata tetap nekat melakukan aksi.

"Kami menolak, karena saat ini, penyebaran Covid-19 di Kota Palangkaraya masih sangat tinggi, sehingga kami menolak mereka menggelar aksi . Apalagi tidak semua mahasiswa ini yang sudah divaksin,ini sangat rawan menjadi penularan covid-19. Pihak rektorat juga sudah mengimbau agar mahasiswa tidak demo tetapi mereka tetap turun untuk melakukan aksi," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved