Breaking News:

Kalsel Bergerak

Kalsel Tawarkan Sejumlah Proyek Infrastruktur ke Investor Korea

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menawarkan empat proyek strategis bidang infrastruktur dengan nilai triliunan rupiah kepada

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Biro Adpim Setdaprov Kalsel
Penandatangan MoU Pemprov Kalsel dengan perusahaan di bawah naungan Fasific Group ini sekaligus rapat pembahasan investasi, menghadirkan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menawarkan empat proyek strategis bidang infrastruktur dengan nilai triliunan rupiah kepada manajemen PT Fasific Global Investment, Korea Selatan.

Penjajakan kerja sama dipertajam dalam penandatanganan nota kesepahaman / memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan, Jumat (2/7/2021) di ruang rapat Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.

Penandatangan MoU Pemprov Kalsel dengan perusahaan di bawah naungan Fasific Group ini sekaligus rapat pembahasan investasi, menghadirkan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira diawal pertemuan memaparkan, beberapa proyek yang ditawarkan yakni Proyek Jembatan Pulau laut - dataran Kalimantan senilai Rp3,6 triliun.

Baca juga: Pemprov Kalsel Cari Solusi Perusahaan Sawit Terlanjur Masuk Kawasan Hutan

Baca juga: Seleksi Penerimaan CPNS 2021, Pemprov Kalsel Batasi Usia Dokter Spesialis Hingga 40 Tahun

Baca juga: Pemprov Kalsel Usulkan Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin Dibangunkan Fly Over

Baca juga: Cegah Ledakan Kasus Covid-19, Pemprov Kalsel Akan Kembali Perketat Pintu Masuk

Saat ini, jembatan yang terletak di antara Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu itu sudah terbangun jalan penghubung. Sementara, bentang utama jembatan yang akan dibangun sepanjang 700 meter.

Proyek lain adalah Jalan Lintas Banjarbaru – Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu yang sudah memiliki Kawasan Ekonomi Terpadu (KET).

“Jalan sepanjang 157 kilometer ini akan melintasi Pegunungan Meratus yang bisa mempercepat jarak tempuh dibanding jalur yang digunakan masyarakat saat ini, sehingga waktunya lebih cepat,” ujar Fajar.

Istimasi biaya proyek ini Rp14,3 triliun dengan tawaran pola pinjaman daerah kepada investor.

Selanjutnya, proyek yang ditawarkan yakni jalur kereta api sepanjang 215 kilometer yang menghubungkan Kota Banjarmasin – Tanjung Kabupaten Tabalong dengan perkiaraan biaya Rp25,7 triliun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved