Breaking News:

Kalsel Bergerak

Kalsel Tawarkan Sejumlah Proyek Infrastruktur ke Investor Korea

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menawarkan empat proyek strategis bidang infrastruktur dengan nilai triliunan rupiah kepada

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Biro Adpim Setdaprov Kalsel
Penandatangan MoU Pemprov Kalsel dengan perusahaan di bawah naungan Fasific Group ini sekaligus rapat pembahasan investasi, menghadirkan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. 

Pembangunan Pelabuhan Trisakti baru senilai Rp220 miliar di Kota Banjarmasin juga jadi alternatif investor Korsel yang berminat berinvestasi di Kalsel. Jika proyek ini ditambah dengan kawasan industry terpadu di Mantuil, investasi diperkirakan mencapai Rp2 triliun.

"Kita tawarkan proyek pelabuhan, lengkap dengan kawasan ekonomi terpadu dan jalan aksesnya,” jelas Fajar.

Terakhir disampaikan Fajar, proyek tambahan yang ditawarkan Pemprov Kalsel adalah pembangunan Pusat Jantung Terpadu di RSUD Ulin Banjarmasin senilai Rp175 miliar dengan pola kerja sama berupa pinjaman.

Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan, setelah penandatanganan MoU ini, akan dilanjutkan dengan tahapan lain yang lebih detil, sehingga bisa dilakukan Memorandum of Agreement (MoA).

“Kita harapkan jarak MoU dan MoA tidak terlalu lama, karena perencanaan ini bagi Kalsel sudah lama sekali, sejak 2016 direncanakan." ujarnya usai melakukan petemuan.

Dikatakan, banyak proyek pembangunan di Kalsel, namun yang ditawarkan hanya sebagian, karena menjadi skala prioritas yang diyakni mampu memberikan dampak luas terhadap perekonomian Kalsel.

Sementara, dalam pertemuan, Safrizal juga menyampaikan harapannya, bahwa MoU berlanjut ke MoA dalam tempo yang tidak terlalu lama.

Ditegaskan, Kalsel memiliki masa depan cerah terkait dunia usaha ini, karena terdapat banyak potensi, mulai perkebunan, kekayaan laut, kekayaan alam dan sebagainya.

Namun diakui, untuk mengolah hasil yang maksimal, diperlukan infrastruktur dan sarana/prasarana yang memadai. Karenanya, kerja sama lebih banyak ditujukan kepada penyediaan infrastruktur hingga bisnis lain bisa terdorong.

“infrastuktur rumah sakit bonus saja ini, karena Korea terkenal dengan medical bisnis yang baik, maka belajar dengan Korea sesuatu yang lumrah,” ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved