Breaking News:

Kapuas Kota Air

Penandatanganan Berita Acara IDM, Sekda Kapuas : Sudah Tidak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal

Kepala DPMD bersama Kepala Bappeda dan tenaga ahli P3MD Kabupaten Kapuas menandatangani berita acara hasil Indeks Desa Membangun (IDM)

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Hari Widodo
Humas Kominfo Kapuas
Sekda Kapuas, Septedy (kiri) terima dokumen berita acara Indeks Desa Membangun (IDM) di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas, Jumat (2/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Penandatanganan berita acara Indeks Desa Membangun (IDM) bersama stakeholder terkait dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas, Jumat (2/7/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Septedy, Kepala Bappeda, Ahmad Muhammad Saribi, Kadiskominfo H Junaidi serta tenaga ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3D).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala DPMD, Kepala Bappeda dan tenaga ahli P3MD Kabupaten Kapuas atau Koordinator Pendamping Kabupaten dari hasil Indeks Desa Membangun.

Usai penandatangan naskah Berita Acara Indeks Desa Membangun (IDM), dokumen diserahterimakan dari Kepala DPMD kepada Sekda Kapuas.

"Harapan kami dengan penandatanganan dan penyerahan dokumen IDM ini, bersama-sama kita melihat data yang ada, bagaimana ke depan bisa meningkatkan status desa-desa di Kabupaten Kapuas," kata Sekda Kapuas, Septedy, usai kegiatan.

Dilanjutkannya berdasarkan data, kinerja dalam hal meningkatkan status desa sudah baik. "Data 2020 ada 7 desa sangat tertinggal, tahun 2021 tidak ada lagi atau nol," bebernya.

Sementara itu, Kepala DPMD Kapuas, Yanmarto mengungkapkan, penandatanganan bersama itu dilakukan sesuai amanat Undang-undang nomor 6 tahun 2014.

Yakni tentang desa serta Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2018 tentang indeks desa membangun.

"Dengan tujuan memaparkan capaian indikator kinerja utama DPMD Kapuas yaitu, IDM, TPD dan IKM," katanya.

Selain itu, lanjutnya juga untuk mengukur dan mengklasifikasikan desa dalam rangka menentukan intervensi, baik anggaran maupun kebijakan pembangunan desa.

Dimana IDM merupakan indikator yang bersifat nasional dalam menentukan tingkat kemajuan desa

"Status desa dibagi menjadi 5 klasifikasi yakni, desa mandiri, desa maju, desa berkembang, desa tertinggal, serta desa sangat tertinggal," tandasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved